Nia Daniaty, Minta Anaknya Tegar

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Anak Nia Daniaty, Olivia Nathania resmi ditahan usai ditetapkan sebagai tersangka kasus penipuan perekrutan CPNS, Kamis (11/11).
Anak Nia Daniaty, Olivia Nathania resmi ditahan usai ditetapkan sebagai tersangka kasus penipuan perekrutan CPNS, Kamis (11/11).

i

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Pengacara Olivia, Susanti Agustina mengatakan Nia Daniaty sudah mengetahui kabar penetapan tersangka Olivia, anaknya.

"Oh (Nia Daniaty) sudah tahu," kata Susanti kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (11/11/2021).

Susanti menyebut respons Nia Daniaty hanya meminta agar Olivia tegar di tahanan. Nia juga berharap kasus ini dapat segera selesai.

"Oh ibu Nia meminta Oi untuk tegar ya. Terus ya berharap kasus Oi segera selesai," beber Susanti.

Nia, akhirnya mau menjadi penjamin Olivia Nathania (Oi) agar tak dilakukan penahan oleh polisi lebih lama. Dia adalah penyanyi senior yang populer pada tahun 1980-an. Nia pelantun tembang kenangan 'Gelas-Gelas Kaca', Nia Daniaty. Nia tak lain adalah Ibunda Oi.

Surat permohonan penangguhan penahanan terhadap Olivia Nathania telah diserahkan ke penyidik Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya pada Kamis (11/11) malam.

"Bahwa Oi tidak akan melarikan diri," ujar kuasa hukum Olivia, Susanti Agustina saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (12/11).

Susanti kemudian membeberkan sejumlah alasan terkait permohonan penangguhan penahanan tersebut.

 

 

 

Jalani Pengobatan

Salah satunya karena Oi tengah menjalani pengobatan. Oi juga dinilai kooperatif selama menjalani pemeriksaan.

"Ia sedang dalam pengobatan juga ke rumah sakit, ini yang menjadi pertimbangan," jelas Susanti.

Susanti berharap kliennya itu dapat dialihkan menjadi tahanan kota. Namun kembali lagi, dikabulkan atau tidaknya Oi menjadi tahanan kota berada di tangan penyidik.

Anak penyanyi lawas Nia Daniaty, Olivia Nathania dilaporkan ke Mapolda Metro Jaya dengan tudingan melakukan penipuan dengan modus bisa memasukkan orang menjadi pegawai negeri sipil (PNS) hingga TNI-Polri. Pelapor mengklaim ada sebanyak 225 orang yang menjadi korban penipuan dalam kasus ini. Mereka mengklaim dirugikan Rp 9,7 miliar lebih.

Kasus dugaan penipuan, penggelapan dan pemalsuan surat yang menyeret nama Olivia Nathania alias Oi sampai semalam terus bergulir. Diketahui, polisi bakal memanggil 4 nama lain yang akan ditetapkan sebagai tersangka baru.

"Ada 4 lagi nanti (akan dipanggil), hasil gelar yang akan ditetapkan sebagai tersangka, di sini kita terapkan pasal 55, 56, ikut serta membantu," kata Kabid Humas Brigjen Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (12/11/2021).

 

 

 

Dibantu 4 Orang

Dari perkembangan kasus tersebut, Yusri menegaskan ke empat orang ini diduga berperan dalam membantu Oi melakukan tindak penipuan dan penggelapan. Yusri juga memaparkan ke empat calon tersangka ini berinisial FM, ES, R, dan SN.

Atas kasus tersebut, mereka terancam dua pasal 55 dan 56 KUHP dengan unsur kesengajaan membantu suatu tindakan penipuan.

"Kita sedang dijadwalkan manggil 4 orang tersebut. Yang pertama FM, ES, R, dan ketiga SN. Ini 55, 56, ikut membantu melakukan dengan pasal utama 372, 378, 263," katanya.

 

Farhat Turun Tangan

Farhat Abbas disebut berikan ancaman kepada para korban penipuan anak Nia Daniaty, Olivia Nathania. Itu disampaikan oleh kuasa hukum korban Olivia Nathania, Mila Ayu Dewatasari.

"Beberapa korban memilih untuk mundur karena mendapat ancaman akan mau dimasukkan ke penjara karena dianggap menyogok," ungkap Mila saat ditemui di Polda Metro Jaya pada Jumat (12/11/2021).

"Padahal ini kan bukan menyogok. Istilahnya ini perjanjian. Kita memberikan jasa kepada Oi yang telah membantu aja awalnya," sambungnya lagi.

Padahal total kerugian semua korban dari Olivia Nathania mencapai miliaran rupiah.

"Cuma ada ketakutan sendiri karena kemarin ada ancaman dari Farhat dan segala macam itu. Kalau misal ditotal lagi sebenarnya lebih dari Rp 9,7 miliar," tuturnya.

Tapi hanya sebagian yang berani lapor polisi. Hal itu terjadi lantaran menurutnya Farhat Abbas sudah mengancam akan menjebloskan mereka ke penjara.

"Karena yang nggak mau muncul banyak. Mereka Mau dilaporkan, mau dimasukkan ke penjara oleh pihak Oi," ucapnya. n er, jk

Berita Terbaru

Defisit APBD Rp53,78 Miliar, DPRD Madiun Bakal Uji Kepastian SiLPA

Defisit APBD Rp53,78 Miliar, DPRD Madiun Bakal Uji Kepastian SiLPA

Rabu, 28 Okt 2026 18:18 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 18:18 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – DPRD Kota Madiun bakal mencermati proyeksi Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) 2026 yang direncanakan untuk menutup defisit APB…

Fakta Penggunaan Pasir Lumajang Campur Pasir Pasang Tepis Isu Sirtu Ayak Pembangunan Rumah Pompa Lippo

Fakta Penggunaan Pasir Lumajang Campur Pasir Pasang Tepis Isu Sirtu Ayak Pembangunan Rumah Pompa Lippo

Rabu, 28 Okt 2026 17:44 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 17:44 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Ibarat putri ayu, proyek pembangunan Rumah Pompa Lippo di Jalan Raya Jati sempat menjadi perhatian publik. Proyek yang digadang m…

Kakek berusia 71 tahun tewas, setelah Ditabrak Mobil Pickup

Kakek berusia 71 tahun tewas, setelah Ditabrak Mobil Pickup

Rabu, 28 Okt 2026 17:16 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 17:16 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Blitar- Keramaian di depan TMP R.Wijaya Kota Blitar yang berhadapan dngn wisata Kuliner malam tepatnya di Jalan Sudanco Supriadi, di kejutkan…

Dorong Kepatuhan Pelaku Usaha Dalam Pelaporan Data Industri, Disperindag Sidoarjo Gelar Bimtek SIINas

Dorong Kepatuhan Pelaku Usaha Dalam Pelaporan Data Industri, Disperindag Sidoarjo Gelar Bimtek SIINas

Rabu, 28 Okt 2026 16:57 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 16:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sidoarjo menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pelaporan Data Industri M…

Bupati Madiun Tekankan Deteksi Dini untuk Cegah Gangguan Keamanan

Bupati Madiun Tekankan Deteksi Dini untuk Cegah Gangguan Keamanan

Rabu, 28 Okt 2026 16:45 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 16:45 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun – Deteksi dini dan cegah dini menjadi kunci dalam mengantisipasi potensi ganguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Ser…

Edy Hadisiswoyo Jadi Pj Sekda Gresik, Bupati Tekankan Kekompakan OPD

Edy Hadisiswoyo Jadi Pj Sekda Gresik, Bupati Tekankan Kekompakan OPD

Rabu, 28 Okt 2026 13:54 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 13:54 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Pemerintah Kabupaten Gresik kini memiliki Pejabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda). Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani melantik Edy H…