Kemenkes Habiskan Dana Negara Rp 151,8 T untuk Vaksin

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Vaksinasi yang terus digalakkan hingga saat ini.
Vaksinasi yang terus digalakkan hingga saat ini.

i

SURABAYA PAGI, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani, akui sudah kucurkan dana ke Kementerian Kesehatan sebesar Rp151,8 triliun . Mayoritas penggunaan dana ini untuk pengadaan vaksin maupun vaksinasi, dan perawatan pasien.

Kemenkes menyebut padahal tahun 2020 anggaran untuk vaksin sebesar Rp43 triliun. Lonjakan penggunaan dana negara Rp151,8 triliun menjadi tanggungjawab Menteri Kesehatan Budi Sadikin.

Menkeu menuturkan dana tersebut disalurkan melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sebagai institusi terdepan dalam menangani pandemi.

“Kemenkes yang tahun lalu anggarannya sebesar Rp43 triliun melonjak menjadi Rp151,8 triliun. Ini mayoritas penggunaan dana untuk pengadaan vaksin maupun vaksinasi, dan perawatan pasien,” sambung Sri Mulyani, di Jakarta, kemarin.

Sebagai bendahara negara, Sri Mulyani mengungkapkan alokasi sumber daya yang digelontorkan melalui Kemenkes tersebut merupakan bagian dari belanja barang pemerintah periode tahun lalu yang sebesar Rp525,4 triliun atau meningkat 24,8 persen dari LKPP 2020 yang sebesar Rp421,2 triliun.

“Jadi anggaran (Kementerian Kesehatan) yang Rp151 triliun itu habis untuk penanganan COVID-19,” tutup Menkeu Sri Mulyani.

 

1,4 Juta Pasien Covid

Menteri Keuangan Sri Mulyani juga melaporkan realisasi penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021. Dalam laporannya, Menkeu menyebut bahwa klaim pasien COVID-19 mencapai puluhan triliun.

Dia juga mengungkapkan jika hingga saat ini pemerintah masih menanggung biaya perawatan sebagai bentuk kehadiran negara dalam melindungi warga masyarakat.

“1,4 juta pasien COVID-19 yang mendapat biaya perawatan senilai Rp83,3 triliun,” ujarnya ketika menggelar konferensi pers APBN Kita di kantornya, Senin (3/1/2022).

Dalam catatan VOI, pada 30 November 2021 realisasi biaya perawatan tercatat baru Rp49,6 triliun bagi 768.900 pasien. Ditengarai, melonjaknya klaim ini tidak lepas dari strategi pemerintah untuk segera menyelesaikan administrasi pembayaran di penghujung tahun.

 

Hemat Rp 310 Miliar

Dilaporkan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani telah menghemat Rp310 triliun untuk penarikan utang. Sepanjang 2021, pemerintah menarik utang Rp867,4 triliun.

Penarikan utang ini lebih kecil dari proyeksi APBN 2021 yang mencapai Rp1.177,4 triliun.

"Pembiayaan utang kita lihat Rp310 triliun lebih kecil, yang tadinya di dalam APBN seharusnya Rp1.177,4 triliun realisasinya Rp 867,4 triliun atau Rp310 triliun lebih kecil," kata Sri Mulyani di Jakarta, Selasa (4/1/2021).

Sri Mulyani menjelaskan, pembiayaan utang yang dilakukan pemerintah turun hampir 30% hanya dalam satu tahun pada 2021 dibandingkan 2020.

"Ini artinya dibandingkan tahun lalu waktu kita dipukul pandemi tahun pertama yang menyebabkan mengalami defisit 6,14�ri GDP, di mana kita melakukan pembiayaan utang mencapai Rp1.229,6 triliun, ini sekarang hanya Rp 867 triliun. Jadi turun hampir mendekati 30%-nya hanya dalam waktu satu tahun," katanya.

Dia menambahkan kinerja perekonomian global mengalami penguatan di 2021, meskipun tertahan oleh penyebaran pandemi Covid-19 varian Delta, disrupsi di sisi supply serta meningkatnya tekanan inflasi di sejumlah negara maju dan negara berkembang lainnya. Pelonggaran restriksi sosial di banyak negara turut mendorong peningkatan aktivitas ekonomi global, tercermin pada menurunnya angka pengangguran, data PMI manufaktur yang terus berada di zona ekpansi, serta meningkatnya aktifitas perdagangan dunia.

"Kinerja pertumbuhan global diperkirakan mengalami rebound cukup kuat di tahun 2021," katanya. n jk, er, 07

Berita Terbaru

SPBU Belum Merata, Gus Fawait Buka Peluang Investasi di Jember

SPBU Belum Merata, Gus Fawait Buka Peluang Investasi di Jember

Rabu, 09 Sep 2026 21:49 WIB

Rabu, 09 Sep 2026 21:49 WIB

SurabayaPagi.com- Jember — Pemerintah Kabupaten Jember terus berupaya untuk mengantisisasi keterlambatan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang kerap memicu a…

KUA-PPAS 2027 Jember Disepakati, Pendapatan Diproyeksi Rp4,5 Triliun

KUA-PPAS 2027 Jember Disepakati, Pendapatan Diproyeksi Rp4,5 Triliun

Rabu, 09 Sep 2026 21:47 WIB

Rabu, 09 Sep 2026 21:47 WIB

surabayapagi.com- Jember - Bupati Jember Gus Fawait hadir dan mendengarkan langsung Laporan Hasil Pembahasan Badan Anggaran DPRD Kabupaten Jember Terhadap…

AceKid Ajak Orang Tua Melihat Langsung Sumber Susu dan Proses Produksi di China

AceKid Ajak Orang Tua Melihat Langsung Sumber Susu dan Proses Produksi di China

Rabu, 09 Sep 2026 21:07 WIB

Rabu, 09 Sep 2026 21:07 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Informasi mengenai asal bahan baku dan proses produksi menjadi salah satu aspek yang mulai diperhatikan orang tua dalam memilih produk …

Data Desil Bikin Penduduk Miskin Jatim Tembus 20,9 Juta, Sri Untari Segera Panggil Dinsos dan BPS

Data Desil Bikin Penduduk Miskin Jatim Tembus 20,9 Juta, Sri Untari Segera Panggil Dinsos dan BPS

Rabu, 09 Sep 2026 20:55 WIB

Rabu, 09 Sep 2026 20:55 WIB

“Contoh rumah. Rumah ternyata milik mertuanya atau milik warisan dari orang tua. Itu sudah langsung rumah bagus, ini sudah langsung masuk desil 6, desil 7,”…

‎Mobil Plat Merah Terlibat Laka Lantas Degan Sepeda Motor, Satu Pengendara Alami Patah Tulang

‎Mobil Plat Merah Terlibat Laka Lantas Degan Sepeda Motor, Satu Pengendara Alami Patah Tulang

Rabu, 09 Sep 2026 17:40 WIB

Rabu, 09 Sep 2026 17:40 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun – Sebuah mobil pickup berplat merah yang diduga milik Dinas Lingkungan Hidup terlibat kecelakaan lalulintas dengan sepeda motor Yam…

Polisi Akhirnya Buka Suara, Kasus Meter Air PDAM Kota Madiun Masuk Tahap Lidik

Polisi Akhirnya Buka Suara, Kasus Meter Air PDAM Kota Madiun Masuk Tahap Lidik

Rabu, 09 Sep 2026 17:39 WIB

Rabu, 09 Sep 2026 17:39 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun – Polres Madiun Kota akhirnya buka suara terkait persoalan meter air di PDAM Tirta Taman Sari Kota Madiun. Kapolres Madiun Kota AKBP R…