Kawasan Dolly Bakal Jadi Pusat Ekraf Surabaya

author surabayapagi.com

- Pewarta

Kamis, 22 Jun 2023 13:09 WIB

Kawasan Dolly Bakal Jadi Pusat Ekraf Surabaya

i

Menkop UKM Teten Masduki, Duta Besar Inggris untuk Indonesia Owen John Jenkins, dan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat mengunjungi Kawasan Kampung Dolly, Rabu (21/6/2023). Foto: Kemenkop UKM.

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) mendukung sinergi yang terjalin antara Kedutaan Besar (Kedubes) Inggris untuk Indonesia dan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya yang akan merombak total kawasan Dolly bekas lokalisasi menjadi pusat ekonomi kreatif (ekraf) di Surabaya.

Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki mengatakan, sinergi dan kolaborasi program tersebut merupakan titik awal dalam mewujudkan perkembangan untuk para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Baca Juga: Komunitas Pembelajaran Bahasa Inggris Gratis untuk Anak-anak di eks Lokalisasi Dolly

Menurutnya, dalam waktu empat tahun kawasan Dolly telah menunjukkan perubahan yang nyata. Dari yang awalnya merupakan wilayah industri seks menjadi wilayah yang memberdayakan masyarakatnya lewat UMKM.

"Kami dan Pemerintah Kota merencanakan ekonomi kreatif di kawasan Dolly menjadi kekuatan ekonomi di Surabaya. Itu penting untuk recovery dari sistem sosial industri seks ke ekonomi kreatif," kata Teten dalam kunjungan "Mlaku-Mlaku Nang Dolly" di Surabaya, Rabu (21/6/2023).

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyebut, perombakan Dolly termasuk bagian dari Sister City Surabaya-Liverpool dalam program Future City. Menurutnya, Dolly nantinya bukan hanya menjadi pusat UMKM, tapi juga menjadi semacam wisata masa depan yang menerapkan kemajuan teknologi.

“Jadi, ada beberapa bentuk bangunan yang akan kami ubah. Ada tempat jualan yang kami latih. Rumah-rumah yang kami beli nanti ada yang dijadikan sebagai tempat menjual merchandise dan pemutaran film “Dolly Saiki” jadi Dolly zaman dahulu hingga zaman sekarang,” jelas Eri.

Eri berharap Dolly dapat menjadi jadi tempat berkumpul anak muda sekaligus bentuk nyata Future City dengan berbagai kemajuan teknologi.

“Jadi tempat kongkow dan tempatnya anak muda kreatif, ekonomi kreatif akan kami jadikan di sini. Kemudian nanti ada CSR menghilangkan listrik dan diganti solar panel. Ada banyak kegiatan yang kami lakukan, ini bentuk nyata Future City,” ujarnya.

Orang nomor satu di Kota Surabaya itu menuturkan bahwa pengerjaan program itu akan segera dimulai dan ditargetkan tuntas tahun ini.

"Tahun ini sudah jalan dan bisa selesai 2023. Kami juga kerjasama dengan Kementerian Koperasi," ucapnya.

Sementara itu, Dubes Inggris untuk Indonesia Owen John Jenkins mengatakan bahwa "Future Cities" di Kampung Dolly merupakan bentuk dukungan sosial Pemerintah Inggris untuk mewujudkan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat setempat.

Kerja sama ini disebutnya sebagai upaya memunculkan iklim masyarakat yang berdaya secara sosial maupun ekonomi.

"500 ribu pound sterling tadi investasi penting untuk mendukung Pemkot Surabaya dan kementerian. Saya sangat senang kedutaan Inggris dapat mendukung visi dan misi Kota Surabaya dan Kementerian Koperasi dan UKM," ujar Owen.

Owen pun berharap program Future City akan tetap berlanjut meski masa tugasnya selesai akhir tahun 2023 ini. Ia merasa setiap waktu, program tersebut harus terus dikembangkan seiring dengan berkembangnya zaman.

“Saya berharap akan terus berlanjut karena proyek ini perlu pikiran dan ide baru untuk UMKM sebagai transformasi,” harap Owen.

Baca Juga: Eks Lokalisasi Dolly Kini Lebih Bersih dan Tenang

Lebih lanjut, Teten menilai, diperlukan usaha yang sangat besar dalam mengubah pola pikir masyarakat Dolly untuk mencari keuntungan dari ekonomi kreatif. Namun, seiring berjalannya waktu, masyarakat pun mulai mendapatkan hasil dan percaya diri mempromosikan produk-produknya.

"Kami sudah lihat bantuan pemerintah Inggris, untuk program future city di Dolly, ini untuk bertransformasi dari seks industri ke industri kreatif sudah berhasil. Bahkan saya melihat spirit dari para pelaku UMKM sudah percaya diri, bahwa perubahan dari seks industri ke ekonomi kreatif sudah kuat," ujar Teten.

Teten berharap, kerja sama ini bisa terus dikembangkan ke depannya. Pemerintah provinsi dan kota bisa membuat program untuk ekonomi Gang Dolly.

"Kelanjutannya, saya kira nanti menjadi urusan kami dengan pemkot dan pemprov, untuk menyatukan program. Tadi sudah ada beberapa ide untuk pengembangan ekonominya. Model bisnisnya kami kembangkan," tukasnya.

Ia menyebut bahwa kerja sama yang dilakukan Pemkot Surabaya dengan Inggris bisa menjadi pondasi oleh Kemenkop UKM untuk mengembangkan UKM di Dolly.

"Ini pondasi yang sudah diletakkan dengan kerja sama pemerintah Inggris, nanti kami lanjutkan," ucapnya.

Menurutnya, langkah selanjutnya adalah mempersatukan para pelaku UMKM ke dalam sebuah koperasi. Adapun koperasi berperan melakukan pendampingan dari segi edukasi permintaan pasar dan kurasi produk.

Baca Juga: Sulap Eks Lokalisasi Dolly Jadi Tujuan Wisata, Pemkot Surabaya Akan Lakukan Penataan Ulang

Kemudian, koperasi melakukan pembelian secara masif, sekaligus memasarkan produk-produk milik para pelaku UMKM di Kampung Dolly yang sudah dibuat baik ke hotel, restoran maupun kantor pemerintahan.

Keberadaan koperasi juga berfungsi untuk membuat UMKM mempermudah memperoleh pembiayaan dari bank.

"Kami akan perkuat kapital koperasi, kami sudah minta hitung berapa kebutuhannya. Pelaku UMKM jangan menjual sendiri produknya, nanti dibeli dulu sama koperasi jadi pelaku di sini fokus buat produksi, bikin sepatu yang bagus, motif yang bagus," jelasnya.

Ia menyebut, skema yang dibentuk itu dimaksudkan agar UMKM di eks lokalisasi Dolly bisa fokus secara penuh memproduksi barang.

"Nanti kami akan kombinasi pembiayaan KUR dan pembiayaan koperasi. Jadi dengan begitu usah-usaha ini bukan perorangan tetapi kolektif, itu akan memperkuat solidaritas dan kekeluargaan di antara mereka, bukan saling bersaing," ujarnya.

Teten mengungkapkan beberapa sektor yang bisa dimanfaatkan untuk menunjang "Future Cities", yakni bidang kuliner dan fesyen. Menusutnya, dua hal tersebut sangat berpotensi mengingat Surabaya juga menjadi salah satu wilayah basis bisnis di Indonesia.

"Bagaimana produksinya dibenahi, kurasi produk, nanti kami hubungkan dengan market-nya. Bagaimana mencukupi permintaan hotel di kota ini dan kota lain, untuk suplai kebutuhan seragam pemerintah, itu yang dibutuhkan," pungkasnya. sb

Editor : Redaksi

BERITA TERBARU