Home / Opini : Jumat Berkah

Jaga Lisan

author surabayapagi.com

- Pewarta

Kamis, 05 Okt 2023 21:05 WIB

Jaga Lisan

"Keselamatan manusia tergantung pada kemampuannya menjaga lisan." (HR. al-Bukhari).

 

Baca Juga: Assalamualaikum

 

Nabi SAW mewanti-wanti, “Barangsiapa yang banyak bicara, maka banyak kelirunya. Barangsiapa yang banyak kelirunya, maka banyak dosanya. Barangsiapa yang banyak dosanya, maka neraka lebih baik baginya.” (HR Thabrani).

Lalu bagaimana cara orang yang beriman dalam menggunakan lisannya?

Orang-orang yang beriman, dalam menggunakan lisan hendaknya tepat sasaran dan waktu. Artinya, dalam berbicara harus terlebih dahulu memperhatikan sasaran pembicaraan serta memilih saat yang tepat, sehingga dapat efektif.

Ustadz saya berpesan terlalu banyak bicara akan membuat seseorang tidak bisa menjaga privasinya sendiri . Bahkan bisa mengungkapkan semua hal tentang kehidupannya pada orang lain. Selain itu, ia juga sulit untuk menjaga rahasia orang lain yang dipercayakan kepadanya.

Tidak banyak berbicara sebenarnya tidak hanya bawaan lahir, tetapi juga dapat dilatih dengan menenangkan pikiran agar tidak mudah terpancing dan mengeluarkan banyak perkataan.

Artinya mengurangi berbicara seperti yang saya jelaskan di atas, juga bisa menyehatkan raga tetapi juga menyehatkan pikiran dan juga jiwa.

Saya juga diajarkan lima cara menjaga lisan. Ini agar pikiran senantiasa bahagia. Pertama

Kurangi berkata negatif ke diri sendiri.

Baca Juga: Puasa Asyura

Kedua, selalu berpikir sebelum berkata-kata.

Ketiga, posisikan diri seperti sedang berbicara kepada orang lain.

Keempat, lebih fokus lagi dalam menunjukkan kepedulian pada diri sendiri.

Dan kelima, gunakan persepsi berbicara ke diri sendiri yang positif.

Ini karena ada perbuatan lisan yang nengundang dosa. Apa itu? Ghibah atau gosip. Ghibah dapat diartikan d menceritakan hal yang tidak baik tentang seseorang. Juga namimah (mengadu domba) .

Selain, pembicaraan yang tidak bermanfaat. Melakukan perdebatan. Dan bercanda yang berlebihan. Termasuk mengejek orang lain.

Baca Juga: Bulan Muharram, Bulan Mulia

Rasulullah SAW bersabda, ''Lisan orang yang berakal muncul dari balik hati nuraninya." Maka ketika hendak berbicara, terlebih dahulu ia kembali pada nuraninya. Apabila ada manfaat baginya, ia berbicara dan apabila dapat berbahaya, ia menahan diri. Sementara hati orang yang bodoh berada di mulut, ia berbicara sesuai apa saja yang ia maui.'' (HR Bukhari-Muslim).

Hadist, dan peristiwa tersebut menegaskan betapa besarnya Islam memberikan perhatian terhadap pemeliharaan fungsi lisan. Islam memandang urusan lisan sebagai masalah serius. Masya Allah. ([email protected])

 

Oleh:

Lordna Putri

Editor : Moch Ilham

BERITA TERBARU