Jumat Berkah

Jaga Lisan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

"Keselamatan manusia tergantung pada kemampuannya menjaga lisan." (HR. al-Bukhari).

 

 

Nabi SAW mewanti-wanti, “Barangsiapa yang banyak bicara, maka banyak kelirunya. Barangsiapa yang banyak kelirunya, maka banyak dosanya. Barangsiapa yang banyak dosanya, maka neraka lebih baik baginya.” (HR Thabrani).

Lalu bagaimana cara orang yang beriman dalam menggunakan lisannya?

Orang-orang yang beriman, dalam menggunakan lisan hendaknya tepat sasaran dan waktu. Artinya, dalam berbicara harus terlebih dahulu memperhatikan sasaran pembicaraan serta memilih saat yang tepat, sehingga dapat efektif.

Ustadz saya berpesan terlalu banyak bicara akan membuat seseorang tidak bisa menjaga privasinya sendiri . Bahkan bisa mengungkapkan semua hal tentang kehidupannya pada orang lain. Selain itu, ia juga sulit untuk menjaga rahasia orang lain yang dipercayakan kepadanya.

Tidak banyak berbicara sebenarnya tidak hanya bawaan lahir, tetapi juga dapat dilatih dengan menenangkan pikiran agar tidak mudah terpancing dan mengeluarkan banyak perkataan.

Artinya mengurangi berbicara seperti yang saya jelaskan di atas, juga bisa menyehatkan raga tetapi juga menyehatkan pikiran dan juga jiwa.

Saya juga diajarkan lima cara menjaga lisan. Ini agar pikiran senantiasa bahagia. Pertama

Kurangi berkata negatif ke diri sendiri.

Kedua, selalu berpikir sebelum berkata-kata.

Ketiga, posisikan diri seperti sedang berbicara kepada orang lain.

Keempat, lebih fokus lagi dalam menunjukkan kepedulian pada diri sendiri.

Dan kelima, gunakan persepsi berbicara ke diri sendiri yang positif.

Ini karena ada perbuatan lisan yang nengundang dosa. Apa itu? Ghibah atau gosip. Ghibah dapat diartikan d menceritakan hal yang tidak baik tentang seseorang. Juga namimah (mengadu domba) .

Selain, pembicaraan yang tidak bermanfaat. Melakukan perdebatan. Dan bercanda yang berlebihan. Termasuk mengejek orang lain.

Rasulullah SAW bersabda, ''Lisan orang yang berakal muncul dari balik hati nuraninya." Maka ketika hendak berbicara, terlebih dahulu ia kembali pada nuraninya. Apabila ada manfaat baginya, ia berbicara dan apabila dapat berbahaya, ia menahan diri. Sementara hati orang yang bodoh berada di mulut, ia berbicara sesuai apa saja yang ia maui.'' (HR Bukhari-Muslim).

Hadist, dan peristiwa tersebut menegaskan betapa besarnya Islam memberikan perhatian terhadap pemeliharaan fungsi lisan. Islam memandang urusan lisan sebagai masalah serius. Masya Allah. ([email protected])

 

Oleh:

Lordna Putri

Berita Terbaru

Babak Baru Perkara Wire Rope, Rangkaian Fakta Mulai Dipertarungkan di Persidangan

Babak Baru Perkara Wire Rope, Rangkaian Fakta Mulai Dipertarungkan di Persidangan

Rabu, 02 Sep 2026 20:22 WIB

Rabu, 02 Sep 2026 20:22 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Penolakan eksepsi oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya menjadi pintu masuk bagi perkara dugaan pelanggaran ketentuan …

Kerugian Rp83 Miliar Tak Otomatis Jadi Kesalahan Direksi, Ahli UNEJ Soroti Beban Pembuktian

Kerugian Rp83 Miliar Tak Otomatis Jadi Kesalahan Direksi, Ahli UNEJ Soroti Beban Pembuktian

Rabu, 02 Sep 2026 20:19 WIB

Rabu, 02 Sep 2026 20:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Besarnya nilai kerugian perusahaan belum serta-merta dapat menjadi dasar untuk menyatakan seorang direksi melakukan kesalahan atau …

Sengketa Ijazah Sukur Prijanto Masuk Babak Baru, Mediasi Terbentur Legal Standing

Sengketa Ijazah Sukur Prijanto Masuk Babak Baru, Mediasi Terbentur Legal Standing

Rabu, 02 Sep 2026 20:17 WIB

Rabu, 02 Sep 2026 20:17 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya— Sengketa dugaan ketidakabsahan ijazah yang melibatkan anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro Sukur Prijanto memasuki babak penting di P…

Jembatan Garuda di Madiun Tak Cuma Soal Konstruksi, Dampak ke Warga Jadi Tujuan

Jembatan Garuda di Madiun Tak Cuma Soal Konstruksi, Dampak ke Warga Jadi Tujuan

Rabu, 02 Sep 2026 16:36 WIB

Rabu, 02 Sep 2026 16:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Jembatan Garuda yang dibangun di beberapa wilayah di kabupaten Madiun tak hanya diuji kekuatan konstruksinya. Korem 081/DSJ…

Perubahan APBD TA 2026 Disepakati, Belanja Daerah Naik Rp84,8 Miliar

Perubahan APBD TA 2026 Disepakati, Belanja Daerah Naik Rp84,8 Miliar

Rabu, 02 Sep 2026 16:35 WIB

Rabu, 02 Sep 2026 16:35 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto– Pemerintah Kota Mojokerto bersama DPRD Kota Mojokerto menyepakati Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan Anggaran Pendapatan …

Untuk Surabaya Berkeadilan, ARSAS Tegaskan Sikap: Satu Tuntutan, Empat Usulan

Untuk Surabaya Berkeadilan, ARSAS Tegaskan Sikap: Satu Tuntutan, Empat Usulan

Rabu, 02 Sep 2026 15:57 WIB

Rabu, 02 Sep 2026 15:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Arek Suroboyo Asli (ARSAS) menegaskan sikap organisasi terhadap sejumlah persoalan yang dinilai berkaitan langsung dengan k…