Home / Opini : Jumat Berkah

Talenta

author surabayapagi.com

- Pewarta

Kamis, 12 Okt 2023 20:04 WIB

Talenta

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Saya pernah dengar ceramah seorang ulama bahwa setiap manusia pasti memiliki potensi atau talenta dalam dirinya. Saya baca ada bermacam-macam talenta setiap manusia.

Maklum, talenta merupakan suatu kemampuan yang dimiliki seseorang sejak ia lahir. Ada yang mempertegas talenta murni pemberian dari Allah SWT, dan tidak akan hilang.

Baca Juga: Assalamualaikum

Hanya saja kadang seseorang tidak menyalurkan bakat yang dimiliki sehingga muncullah istilah bakat yang terpendam. Istilah ini muncul karena, setiap individu lahir dengan membawa bakatnya masing-masing. Pemahaman saya antara individu yang satu dengan individu lain memiliki bakat atau talenta berbeda. Kerena itu muncul teori kecerdasan majemuk atau multiple intellegence oleh Prof.Dr. Howard Gardner. diantaranya adalah musik/seni, matematis-logis, kinestetik, bahasa, visual-spasial, natural (peka terhadap alam sekitar), eksistensial, interpersonal, dan intrapersonal.

Sehubungan dengan bakat, dalam Al-Qur'an telah dijelaskan pada surah Al-Isro' (17): 84. Yaitu: katakanlah (muhammad), "setiap orang berbuat sesuai dengan pembawaannya masing-masing." Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya.

Ayat ini dapat dikaitkan dengan bakat yang dimiliki setiap manusia. Dalam kata "setiap orang berbuat sesuai dengan pembawaannya masing-masing". Artinya, setiap manusia terlahir dengan kemampuan atau bakat yang berbeda-beda.

Menurut Prof. Abdul Azis Muhammad Arrabi’ rahimmahullah (w. 1402 H) dalam salah satu bukunya Ri’ayat Asy-Syabab fi al-Islam menyebutkan bahwa salah satu kehebatan peradaban Barat modern adalah kesuksesannya di dalam berbagai temuan ilmiah dan studi tentang kejiwaan. Antara lain bahwa pada masa kanak-kanak awal, aspek genetis memberikan pengaruh terbesar dalam menentukan kecenderungan perilaku serta akhlak anak.

Hal itu didasarkan kepada pengaruh langsung aspek genetis kepada anak secara medis.
Menurut Ibnu Qayyim, keadaan manusia sudah ada semacam ketetapan (pengetahuan) dalam diri bahwa setiap sesuatu (yang diciptakan) pasti ada yang menciptakan. Artinya pengetahuan tentang masalah ini memang sudah ada dalam diri manusia. Di sisi lain pengakuan serta percaya kepada Allah ini memiliki pengertian bahwa jiwa manusia. Jadi hakikatnya memiliki kecenderungan serta senang kepada kebaikan.

Dalam kaitannya dengan kemampuan dasar, Abdul A’la Al-Maududi menyatakan bahwa manusia telah dibentuk oleh Tuhan dalam 2 aspek kehidupan, dalam suasana yang berbeda. Pertama, ia berada dalam suasana dimana dirinya secara menyeluruh diatur oleh Tuhannya. Kedua, manusia telah dianugerahi kemampuan akal dan kecerdasan, dia dapat berpikir dan membuat pertimbangan dengan akalnya untuk memilih atau menolaknya.

Menurut Plato (427-346 SM) perbedaan-perbedaan individu mempunyai dasar genetis. Potensi individu ditentukan oleh faktor keturunan, artinya, sejak lahir anak telah memiliki bakat-bakat atau benih kemampuan yang dapat dikembangkan melalui pengasuhan dan pendidikan.
Dari uraian pandangan tentang talenta di atas dapat disimpulkan bahwa talenta anak pada dasarnya dipengaruhi oleh faktor genetis, selain itu juga dipengaruhi oleh faktor bawaan serta lingkungan. Faktor ini yang akan mengembangkan talentanya menjadi lebih baik. Untuk itu orang tua di rumah dan guru/pendidik di sekolah sama-sama bertanggung jawab atas perkembangan talenta anaknya agar menjadi lebih baik.

Dalam sabdanya Rosulullah Muhammad SAW menerangkan bahwa “Setiap anak manusia dilahirkan dalam kedaan yang fitrah (suci/bersih), Kedua orang tuanyalah yang menjadikan mereka itu Yahudi, Nasrani atau Majusi”. Dengan demikian jelas bahwa talenta manusia tidak berdiri sendiri begitu saja bahwa sanya ia dipengaruhi oleh lingkungan terdekatnya, masyarakatnya, bangsanya dan system pemerintahannya.

Baca Juga: Puasa Asyura

Talenta digital, misalnya berkaitan dengan keterampilan dan kemampuan yang berkaitan dengan penggunaan teknologi dan platform digital. Itu ada dalam berbagai bidang yang meliputi digital business, digital marketing, digital media, media digital atau bidang lainnya. Untuk pemahaman mendalam dan terus mengembangkan keterampilan, kita bisa manfaatkan media sosial dan platform kreatif seperti Instagram, LinkedIn, atau Behance. Ini untuk menciptakan karya terbaik. Selain, berinteraksi dengan sesama profesional. Hal penting membangun jaringan.

Dalam praktik, pembangun jaringan bisa dilakukan setiap saat dari rumah. (WFH).
Ingat dunia digital terus berubah dan berkembang dengan cepat. Agar tetap relevan, kita perlu terus belajar dan mengikuti perkembangan terbaru dalam semua industri melalui digital. Cara praktis bisa lewat WFH pelatihan online, webinar, atau seminar yang dapat membantu kamu mengembangkan keterampilan baru dan tetap up-to-date dengan tren terkini.

Ingat! Jaringan adalah aset berharga dalam dunia digital.

Saran saya, agar makin sukses, bergabung dengan komunitas online yang sesuai dengan kita. Selain hadiri acara yang berhubungan dengan bidang kita,dan jalin hubungan antar profesional lain. Koneksi jaringan yang kuat dapat membuka pintu untuk peluang dan kolaborasi baru.

Menjadi seorang talenta digital memerlukan kombinasi antara keterampilan yang kuat, portofolio, semangat untuk terus belajar, dan jaringan yang solid.

Baca Juga: Bulan Muharram, Bulan Mulia

Ingat! Hampir semua warga dunia yang tumbuh di era 1990an pasti ingat klaim “Kan Aku MacGyver” . Ini jika dia bisa membenarkan barang yang dianggap rusak atau mungkin saat cerdik menemukan ide. RCTI selaku TV yang menyiarkan, aksi MacGyver pada Jumat malam di pukul 20.00 WIB. Luar biasa! Pengaruh MacGyver saat itu memang luar biasa dalam tumbuh kembang dan pergaulan anak di masa itu. Ada satu benda yang selalu tersimpan di saku MacGyver. Jika sering menonton pasti tahu. Benda itu adalah pisau lipat Victorinox. Saat itu kebanyakan remaja merengek minta dibelikan pisau ini pada orang tua? Memang, kalau sudah punya pisau dengan bermacam fungsi itu, rasanya kepercayaan diri meningkat. Siap beraksi seperti MacGyver.

Dalam serialnya Mac selalu dibantu oleh seorang rekan kerja yang paing setia, Pete Thornton yang diperankan oleh Dana Elcar. Saat MacGyver memasuki musim keempat, kepada produser, Dana mengatakan kalau dirinya akan buta. Itu tidak lepas dari penyakit glaucoma yang dideritanya.
Namun karena kehadirannya yang tak terpisahkan, produser saat itu sepakat untuk menyesuaikan jalan cerita. Dalam serial MacGyver, Pete Thornton juga dikisahkan mengalami gangguan pada matanya. ”Produserku berkata, kehilangan indera penglihatan bukan berarti kau lupa cara berakting,” tutur Dana saat itu. Anda sakit mata atau kaki, ada talenta lain yang bisa mensubstusinya. Ini kebesaran Allah. Allahu Akbar. ([email protected])

 

By Lordna Putri

Editor : Moch Ilham

BERITA TERBARU