Etika Politik Gibran, Sepertinya Mulai Tergerus

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Raditya M Khadaffi
Raditya M Khadaffi

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah membahas status Gibran sebagai kader PDIP di sela pertemuan Council of Asian Liberal and Democrats (CALD Party) Management Workshop di Sekolah PDIP, Jakarta, Sabtu (28/10/2023).

Ditanya soal perbedaan itu, Basarah menunggu etika politik Gibran untuk mengembalikan kartu tanda anggota (KTA) PDIP.

"Kita tunggu niat baiknya untuk menunjukkan etika politik beliau kepada ibu Mega, kepada keluarga besar partai yang telah melahirkan, membesarkannya, dan menjaganya selama 22 tahun [pemerintahan] Pak Jokowi sejak Wali Kota Solo dua periode, Gubernur DKI, Presiden Republik Indonesia hampir dua periode," tutur Basarah.

Basarah sedang meratapi. Ia meminta Gibran, bakal cawapres usia milenial menunjukkan etika politik kepada ibu Mega, dan kepada keluarga besar partai yang telah melahirkan.

Gibran dan Jokowi, sampai tulisan ini saya buat semalam (30/10) tak merespon.

Menggunakan pendekatan etika dari

filsuf Yunani Plato dan Aristoteles, sepertinya, keduanya tidak-belum menunjukan perilaku moral, dan kebajikan manusia.

Dilansir dari Stanford Encyclopedia of Philosophy, plato melihat etika sebagai keterampilan untuk mencapainya tujuan tertinggi manusia dari pemikiran, perilaku moral, dan kebajikan manusia. Da tujuan tertinggi adalah kebahagiaan atau kesejahteraan.

Juga Aristoteles, Dilansir dari Humanities LibreTexts, Aristoteles memandang etika sebagai latihan aktif pikiran sesuai dengan kebaikan atau kebajikan yang sempurna. Di mana etika tersebut dapat diwujudkan melalui keberanian, kontrol diri, kemurahan, dan juga kejujuran.

Terkait etika politik Gibran, saya terdorong belajar lagi dasar negara Indonesia yang termaktub dalam UUD 1945.

Dijelaskan, Pancasila sebagai etika politik adalah tatanan bernegara agar lebih tertib dan terkondisikan. Saya diingatkan lagi implementasi nilai-nilai Pancasila sebagai etika berpolitik.

Mengutip buku Pancasila: Persepktif Ketatanegaraan dan Paradigma Ajaran Islam oleh Cynthia Hadita (2021), etika membantu manusia untuk menentukan tindakan yang tepat dalam kehidupan bermasyarakat. Dan sebagai dasar negara, Pancasila adalah etika bagi masyarakat Indonesia yang harus diakui kebenarannya.

Ada nilai-nilai etika Pancasila yang dapat diimplementasikan dalam tatanan bermasyarakat. Seperti tatanan bernegara yang mempunyai nilai-nilai dasar merdeka, berdaulat, adil, dan makmur.

Dalam buku ini disebutkan ada manfaat menanamkan nilai-nilai semangat kebangsaan pada setiap warga negara. Antara lain agar tidak terjadi konflik atau kecemburuan satu sama lain antara anak bangsa.

Curahan elite PDIP Achmad Basarah, ada gambaran terjadi sebuah konflik kader PDIP 'diculik' oleh parpol lain yang tidak pernah melahirkan dan membesarkan Gibran.

 

***

 

Dalam pasal 1 ayat 3 Undang-undang Dasar atau UUD 1945 disebutkan negara Indonesia adalah negara hukum.

Maka, keadilan dalam hidup bersama harus sesuai dengan sila kelima Pancasila yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Keadilan sosial merupakan tujuan dari kehidupan negara.

Segala kebijakan, kekuasaan, dan kewenangan dalam penyelenggaraan negara harus berdasarkan hukum yang berlaku.

Rumusan nilai nilai ini sepertinya bersentuhan dengan skandal Gibran.

Pertanyaannya, 'penculikan' kader PDIP apakah legitimasi demokrasi.? Kasus Gibran telah menjadi persoalan publik.

Contoh Penerapan Etika Politik dalam Pancasila bahwa segala perbuatan yang dilakukan di dunia akan mendapatkan balasan dari Tuhan, sehingga kita harus menghindari kecurangan dan perbuatan tidak terpuji lainnya dalam berpolitik. Hal ini berdasarkan sila ke-1 Pancasila. Nah, jelas kita harus menghindari kecurangan dan perbuatan tidak terpuji lainnya dalam berpolitik. Apakah kasus Gibran sampai ramai di medsos masuk kecurangan?

Menurut akal sehat saya, etika politik yang dipraktikan Gibran tidak klop dengan etika Pancasila. Lalu, untuk apa saya dulu saat kuliah diberi mata pelajaran etika Pancasila.?

Apalagi ratapan Basarah, menyebut, baik Jokowi maupun Gibran, dilahirkan dibesarkannya, dan dijaganya selama 22 tahun .

Ini bisa menggambarkan lunturnya semangat dan rasa kebangsaan Gibran yang klaim wakil milenial.

Ratapa Basarah ini mengingatkan Anak merupakan amanah yang dititipkan Allah kepada kedua orang tua untuk selanjutnya dididik, dibina dan dibesarkan sesuai dengan fitrahnya manusia. Seorang anak merupakan bagian yang tak terpisahkan dari figur seorang ibu. Ibu sebagai sekolah pertama bagi sang anak dan mempunyai kewajiban atas anak.

Al ummu madrasatul ula (Ibu adalah madrasah pertama untuk anak-anaknya) tempat dimana anak mendapat asuhan dan diberi pendidikan pertama bahkan mungkin sejak dalam kandungan. Ini tentu terkait etika politik Gibran.

Ia melupakan jasa ibu. Ia tidak lagi hormat dan menghargai Megawati, "ibunya" yang melahirkan sebagai Wali Kota Solo dan membesarkan sampai menjabat dua tahun.

Apakah lalu Pancasila sebagai sistem etika akan mengalami ancaman di kalangan milenial?

Saya khawatir kasus Gibran bisa membawa lunturnya wibawa pemerintahan Jokowi?

Melihat realita kasus Gibran, etika politik di Indonesia sepertinya sudah mulai tergerus atau bahkan ditinggalkan.

Realita politik pilpres 2024 memperlihatkan ada kalangan elite politik yang cenderung melalaikan etika kenegarawanan yaitu berpolitik tanpa rasionalitas. Ada upaya mengedepankan emosi dan kepentingan kelompok sehingga tidak mengutamakan kepentingan berbangsa dan bernegara.

Saya amati elite elite itu tidak merasa bersalah.

Ada kesan menurunnya sifat kejujuran dan santun dalam urusan karakter anak-anak milenial.

Juga Presiden perlu bertindak nyata untuk mengembalikan demokrasi ke dalam tujuan awalnya.

Akal sehat saya berbisik Presiden Jokowi jangan lagi suka cawe-cawe urusan politik. Eling, Jokowi mbok memosisikan diri sebagai kepala negara yang mengarahkan jalannya pemerintahan dan simbol kewibawaan negara. Terutama mengurangi posisi-posisi politis lain terkait kepentingan lebih sempit, seperti jabatan Gibran dan anak menantunya di partai politik dan pemerintah. ([email protected])

Berita Terbaru

JPU Sebut Perlawanan Thariq Sudah Masuk Perkara, Sidang Lanjut Putusan Sela  ‎

JPU Sebut Perlawanan Thariq Sudah Masuk Perkara, Sidang Lanjut Putusan Sela ‎

Jumat, 19 Jun 2026 20:08 WIB

Jumat, 19 Jun 2026 20:08 WIB

‎‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun- Jaksa penuntut umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menolak seluruh perlawanan hukum yang dilakukan advokat terdakwa Tho…

Drama Keluarga Jangan Buang Ibu, Ingatkan Anak untuk Tidak Menelantarkan Ibu

Drama Keluarga Jangan Buang Ibu, Ingatkan Anak untuk Tidak Menelantarkan Ibu

Jumat, 19 Jun 2026 18:55 WIB

Jumat, 19 Jun 2026 18:55 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Aktris Nirina Zubir menjalani transformasi fisik dalam film terbarunya berjudul Jangan Buang Ibu. Ia memerankan karakter Ristiana, s…

Asrama Santri Al-Ibrohimi Tak Berwujud, Dana Hibah Rp400 Juta Malah Berubah Jadi Tanah Atas Nama Pribadi

Asrama Santri Al-Ibrohimi Tak Berwujud, Dana Hibah Rp400 Juta Malah Berubah Jadi Tanah Atas Nama Pribadi

Jumat, 19 Jun 2026 17:36 WIB

Jumat, 19 Jun 2026 17:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Sidang dugaan korupsi dana hibah Pemerintah Provinsi Jawa Timur tahun 2019 untuk Yayasan Pondok Pesantren Al Ibrohimi, Manyar, G…

RUPS PLN Tetapkan Perubahan Susunan Direksi Perseroan, Berikut Rinciannya

RUPS PLN Tetapkan Perubahan Susunan Direksi Perseroan, Berikut Rinciannya

Jumat, 19 Jun 2026 17:14 WIB

Jumat, 19 Jun 2026 17:14 WIB

SurabayaPagi, Jakarta — Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun 2026 PT PLN (Persero) telah diselenggarakan di kantor Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (…

Jelang Musda Demokrat, Michael Ungkap Semua DPC Dukung Emil Dardak Pimpin Jatim

Jelang Musda Demokrat, Michael Ungkap Semua DPC Dukung Emil Dardak Pimpin Jatim

Jumat, 19 Jun 2026 15:05 WIB

Jumat, 19 Jun 2026 15:05 WIB

SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi – Menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) DPD Partai Demokrat Jawa Timur, dukungan kepada Emil Elestianto Dardak untuk k…

Tegak Lurus AHY dan Emil Dardak, Demokrat Jatim Luncurkan JUARA

Tegak Lurus AHY dan Emil Dardak, Demokrat Jatim Luncurkan JUARA

Jumat, 19 Jun 2026 14:53 WIB

Jumat, 19 Jun 2026 14:53 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Komitmen Partai Demokrat untuk selalu hadir di tengah masyarakat dan menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan rakyat t…