Capres Hingga Caleg Bebas Kampanye Gunakan Media Sosial, KPU Jatim: Hindari Konten SARA dan Ujaran Kebencian

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
KPU Jatim gelar Media Gathering sebagai sarana sosialisasi terkait Ketentuan Penggunaan Alat Peraga Kampanye (APK) dan Bahan Kampanye (BK) pada Pemilu 2024. SP/ Aini
KPU Jatim gelar Media Gathering sebagai sarana sosialisasi terkait Ketentuan Penggunaan Alat Peraga Kampanye (APK) dan Bahan Kampanye (BK) pada Pemilu 2024. SP/ Aini

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Timur (Jatim) memperkenankan tim sukses atau pemenangan peserta pemilu, baik itu Capres-Cawapres, Calon DPD, Calon Legislatif (Caleg) serta partai politik (Parpol) untuk turut memeriahkan pesta demokrasi dengan berkampanye di media sosial (medsos).

Hal itu disampaikan oleh Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat, KPU Provinsi Jatim, Gogot Cahyo Baskoro saat menghadiri sosialisasi kepada Media terkait Ketentuan Penggunaan Alat Peraga Kampanye (APK) dan Bahan Kampanye (BK) pada Pemilu 2024, di Hotel Bumi Surabaya, pada Rabu (29/11/2023).

Gogot menuturkan bahwa peserta pemilu diperkenankan berkampanye menggunakan medsos. Asalkan sesuai aturan dan larangan kampanye yang telah ditentukan.

"Kalau aturan kampanye di media sosial ini, tidak jauh berbeda dengan kampanye dalam pertemuan tertutup. Dipastikan peserta menggunakan bahasa yang santun, menghindari konten SARA, ujaran kebencian, dan tidak menyerang peserta Pemilu lainnya," kata Gogot, Surabaya, Rabu, (29/11/2023).

Teruntuk berkampanye menggunakan saraan media sosial, peserta pemilu juga harus melaporkan akun sosmed yang ke KPU Jatim.

"Kalau bentuknya, silahkan mau berupa tulisan atau teks, mau foto, video, audio visual ndak masalah. Dibuka ruang seluas-luasnya, peserta pemilu itu untuk berkreasi se-inovatif mungkin, apa berupa drama, video pendek atau berupa ajakan silakan dibebaskan. Yang penting adalah ketentuan ketentuan terkait dengan kampanye tadi, benar-benar diperhatikan," tegas pria yang sebelumnya pernah berkarir sebagai Jurnalis itu.

Ia juga menambahkan kalau peserta Pemilu diperbolehkan menggunakan hingga 20 akun media sosial pada setiap platformnya untuk keperluan kampanye.

Akan tetapi, Gogot menekankan kewajiban bagi peserta Pemilu untuk menutup akun media sosial yang digunakan untuk kampanye paling lambat pada hari tenang, yang jatuh pada 11 hingga 13 Februari 2024.

"Kemudian yang kedua, nanti kewajibannya itu dia harus menutup akun medsos yang digunakan kampanye itu selambatnya pada saat hari tenang. Jadi sudah tidak boleh dipergunakan lagi untuk kampanye," imbuhnya.

Meski, memasuki masa kampanye dan perbolehkan menggunakan medsos peserta pemilu masih belum diperkenankan menggunakan fasilitas ads atau iklan.

Ketentuan tentang iklan itu tidak hanya dalam ruang lingkup medsos, tapi dalam media massa  pun juga belum diizinkan.

"Perlu diingat, harus dibedakan kampanye melalui medsos dengan iklan medsos. Kalau kampanye di medsos dengan memposting di reels, melalui status, feed, pada medsosnya masing-masing. Sedangkan, kalau iklan medsos adalah membayar kepada penyedia platform medsos. Itu yang tidak diperbolehkan," papar Gogot. 

"Iklan di medsos ketentuan juga sama dengan kampanye di media massa, yang nanti baru diperbolehkan mulai 21 Januari sampai 10 Februari 2024," pungkasnya. Ain

Berita Terbaru

Luncurkan Program ELSINDUK GEMES, PLN UIT JBM Dorong Ekonomi Sirkular dari Pengelolaan Bank Sampah

Luncurkan Program ELSINDUK GEMES, PLN UIT JBM Dorong Ekonomi Sirkular dari Pengelolaan Bank Sampah

Selasa, 21 Jul 2026 23:16 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 23:16 WIB

SurabayaPagi, Gresik – PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan b…

Aktivis Pemuda Apresiasi Upaya Sinergi Komdigi Berantas Judol

Aktivis Pemuda Apresiasi Upaya Sinergi Komdigi Berantas Judol

Selasa, 21 Jul 2026 23:02 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 23:02 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Upaya pemerintah dalam memberantas praktik judi online (judol) terus mendapatkan dukungan dari berbagai elemen masyarakat. Kalangan…

2 Hektar Hutan Perhutani di Sampung Ponorogo Terbakar, Diduga Sengaja Dibakar OTB

2 Hektar Hutan Perhutani di Sampung Ponorogo Terbakar, Diduga Sengaja Dibakar OTB

Selasa, 21 Jul 2026 21:18 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 21:18 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo- Kebakaran hutan melanda kawasan perhutani di Petak 62 RPH Ngangsiran, BKPH Sampung, KPH Madiun, yang masuk dalam wilayah Kecamatan…

Sensus Ekonomi Ponorogo Capai 58,62 Persen, BPS Beber Faktor Penghambat 

Sensus Ekonomi Ponorogo Capai 58,62 Persen, BPS Beber Faktor Penghambat 

Selasa, 21 Jul 2026 21:10 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 21:10 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo- Pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 di Kabupaten Ponorogo menunjukkan progres positif. Berdasarkan data Aplikasi FASIH Pendataan SE…

BEM Nusantara Jatim Kirim Karangan Bunga ke Kejati, Protes Penanganan Kasus Eks Jampidsus

BEM Nusantara Jatim Kirim Karangan Bunga ke Kejati, Protes Penanganan Kasus Eks Jampidsus

Selasa, 21 Jul 2026 20:06 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 20:06 WIB

‎ ‎SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – BEM Nusantara Jawa Timur mengirim karangan bunga ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur, Selasa (21/7/2026), sebagai aksi simb…

Persidangan Ungkap PT JPC Tidak Miliki Perjanjian Kontraktual Langsung Dengan Pemilik Lahan  ‎

Persidangan Ungkap PT JPC Tidak Miliki Perjanjian Kontraktual Langsung Dengan Pemilik Lahan ‎

Selasa, 21 Jul 2026 20:03 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 20:03 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Sidang gugatan perdata sengketa pengelolaan lahan parkir yang melibatkan PT Jatim Parkir Center (JPC) kembali bergulir di Pen…