Wabah Hama dan Penyakit, Petani Bawang Merah di Magetan Rugi Ratusan Juta

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi. Petani bawang merah di Magetan, Jawa Timur. SP/ MGT
Ilustrasi. Petani bawang merah di Magetan, Jawa Timur. SP/ MGT

i

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Musim panen tahun 2024 kali ini di Kabupaten Magetan, Jawa Timur tak seperti biasanya. Pasalnya, petani bawang merah banyak merugi gara-gara wabah hama.

Jumari, seorang petani bawang merah di Desa Sidomukti, Kecamatan Plaosan mengungkap jika dirinya rugi besar. Tanaman bawang merah di lahan 2 hektar miliknya gagal panen karena hama dan penyakit. 

“Ini kondisinya sudah hancur. Ada kayak guremnya gitu. Serangga kecil gitu yang bikin rusak daun. Saya modal mulai Rp 160 juta sampai Rp 200 juta. Ya ini paling kembali cuma 40 persennya. Rugi sudah,” keluh Jumari, Minggu (09/06/2024).

Lebih lanjut, menurutnya tak hanya hama namun juga adanya penyakit mulai dari antraknosa, kemudian fusarium, dan yang paling parah adalah gurem atau serangga yang sangat kecil.

“Hamanya ini menghisap cairan daun. Caranya itu kan menghisap daun itu loh mas. Kalau dihisap kan kering. Tanaman umur sebulan ini udah nanti ga bisa dipanen,” jelas Jumari.

Akibat wabah penyakit itu, Hanya 20% tanaman milik Jumari yang berhasil panen, dengan kualitas yang jauh dari harapan. Pasalnya, banyak tanaman bawang merah miliknya yang menjadi kecil dan akhirnya mati. 

“Tidak terisap itu sudah subur, sudah penuh ini,” ujar Jumari sambil menunjukkan tanaman bawang merah yang masih sehat.

Sayangnya, belum ada obat khusus untuk penyakit buram ini. Jumari hanya bisa melakukan pengobatan secara intensif dengan fungisida dan insektisida, namun hasilnya tidak maksimal.

“Ya pengobatan secara intensif cuma ini kan penyakit baru jadinya belum ada obat yang spesialis ke burem itu,” ungkap Jumari.

Gagal panen ini berakibat fatal bagi Jumari dan para petani bawang merah lainnya di Magetan. Mereka mengalami kerugian besar karena harga bawang merah di tingkat petani anjlok akibat tonase panen yang jauh berkurang.

“Gagal panen gitu tinggal 20%. Seharusnya per hektar itu kan minimal 8 ton kalau saat ini paling per hektar tidak sampai 1 ton gagal,” ujarnya.

Jumari berharap pemerintah dapat segera turun tangan membantu para petani bawang merah yang terdampak penyakit ini. mgt-01/dsy

Berita Terbaru

Tekan Penyebaran TBC, Dinkes Ponorogo Gencarkan Skrining X-Ray di 21 Kecamatan

Tekan Penyebaran TBC, Dinkes Ponorogo Gencarkan Skrining X-Ray di 21 Kecamatan

Senin, 12 Okt 2026 15:02 WIB

Senin, 12 Okt 2026 15:02 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Sebagai langkah strategis dalam mengejar target penemuan 2.499 kasus TBC sepanjang 2026, Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo…

Kemarau Panjang, Ribuan Warga di di 7 Kecamatan Ngawi Terdampak Kekeringan

Kemarau Panjang, Ribuan Warga di di 7 Kecamatan Ngawi Terdampak Kekeringan

Senin, 12 Okt 2026 14:54 WIB

Senin, 12 Okt 2026 14:54 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ngawi - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ngawi mencatat sebanyak 4.403 jiwa di 21 desa yang tersebar di tujuh kecamatan mengalami…

Dampak Musim Kemarau Panjang, Kasus ISPA di Ngawi Naik hingga 30 Persen

Dampak Musim Kemarau Panjang, Kasus ISPA di Ngawi Naik hingga 30 Persen

Senin, 12 Okt 2026 14:38 WIB

Senin, 12 Okt 2026 14:38 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ngawi - Selama musim kemarau panjang, Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi mencatat kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di wilayah…

Dinkes Ponorogo Terapkan SKDR, Cegah Penularan Penyakit Influenza

Dinkes Ponorogo Terapkan SKDR, Cegah Penularan Penyakit Influenza

Senin, 12 Okt 2026 14:24 WIB

Senin, 12 Okt 2026 14:24 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Menindaklanjuti kasus penularan influenza sebagai penyakit infeksi saluran pernapasan akut yang menyerang hidung, tenggorokan, dan…

Gegara Bakar Sembarangan, Lahan Tebu Seluas Satu Hektare di Jombang Hangus

Gegara Bakar Sembarangan, Lahan Tebu Seluas Satu Hektare di Jombang Hangus

Senin, 12 Okt 2026 14:12 WIB

Senin, 12 Okt 2026 14:12 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Diduga bermula dari pembakaran daun tebu kering kemudian menjalar dengan cepat akibat tiupan angin kencang, lahan tebus seluas…

Harga Komoditas Beras Medium di Jombang Naik Tembus Rp14 Ribu Per Kilogram

Harga Komoditas Beras Medium di Jombang Naik Tembus Rp14 Ribu Per Kilogram

Senin, 12 Okt 2026 13:52 WIB

Senin, 12 Okt 2026 13:52 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Berdasarkan pemantauan pasar yang dilakukan secara berkala melalui Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok…