Mengangkat Edukasi Satwa Liar, Pengrajin Perempuan Surabaya Tembus Pasar Internasional

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Produk kerajinan tangan berbasis rajutan dari UMKM di Surabaya dikenal hingga mancanegara. SP/Zisti
Produk kerajinan tangan berbasis rajutan dari UMKM di Surabaya dikenal hingga mancanegara. SP/Zisti

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Dari tangan kreatif perempuan asal Surabaya, Jawa Timur, lahirlah produk kerajinan tangan berbasis rajutan yang kini dikenal hingga mancanegara. Julanita, sukses membawa UMKM-nya, Autumn Flower, meraih pengakuan internasional dengan karya-karya yang terinspirasi dari satwa liar. 

Autumn Flower didirikan pada tahun 2011, namun baru mulai fokus pada desain-desain hewan sejak tahun 2018. Awalnya, dibuatnya bermacam-macam hasil rajutan.

Namun seiring dengan berkembangnya minat masyarakat, Julanita mulai mengarahkan karyanya pada hewan liar yang dilindungi seperti harimau, kera, anoa, gajah, dan badak. 

Dengan latar belakang desain yang dimilikinya, Julanita mampu mengkombinasikan warna dan gambar dengan sangat baik, menciptakan produk-produk yang tidak hanya indah dipandang tetapi juga mengedukasi.

"Alasan kuat mengapa ia memilih karakter hewan, karena saat dimanusiakan akan menimbulkan daya tarik tersendiri bagi anak-anak sekaligus memberikan edukasi mengenai pentingnya melindungi satwa liar." ujarnya 

Berkat kreasinya, Julanita sering diundang untuk mengisi berbagai workshop. Salah satunya dihadiri oleh seorang anak dari Jakarta bernama Clay yang sangat senang bisa belajar membuat boneka rajut. 

"Proses pembuatan boneka rajut membutuhkan waktu 2-3 hari, dengan harga berkisar antara Rp 45.000 hingga Rp 250.000 tergantung ukuran dan kompleksitasnya. Autumn Flower memproduksi berbagai jenis kerajinan seperti gantungan kunci, pouch, dan boneka dengan berbagai ukuran." jelas Jalanita.

Produk-produk ini tidak hanya dijual di Surabaya, tetapi juga di Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta. Selain itu, produk-produk Autumn Flower telah merambah pasar internasional seperti Thailand dan Yunani.

Keberhasilan Autumn Flower tidak hanya diakui di dalam negeri. Baru-baru ini, UMKM ini terpilih sebagai peserta yang mewakili Jawa Timur dalam Program UDUNAN (Usaha Dukungan Keuangan) 2024 yang diselenggarakan oleh Jawa Barat. Ini adalah sebuah prestasi yang membanggakan dan membuka peluang lebih besar bagi Autumn Flower untuk berkembang.

Salah satu produk terlaris adalah boneka red panda. Julanita juga menyatakan bahwa boneka rajut (amigurumi) memiliki banyak detail yang membuatnya unik. Pola yang dibuat tidak terlalu sulit dan cocok untuk pemula. Benang yang digunakan antara lain katun, poliester, dan akrilik. Autumn Flower juga berkolaborasi dengan pengrajin benang yang ramah lingkungan untuk produksi rajutannya.

Autumn Flower tidak hanya menawarkan produk kerajinan tangan, tetapi juga menyediakan layanan reparasi apabila ada kerusakan pada bagian rajutannya. Keunikan ini membuat produk Autumn Flower menjadi eksklusif dan hanya bisa didapatkan di tempat mereka saja.

Melihat ke depan, ada rencana membuat karakter unggas seperti ayam bekisar sebagai bagian dari inovasi produknya. Harapannya, UMKM skala rumahan ini bisa bergabung dengan stakeholder pemerintah setempat untuk terlibat dalam berbagai event pameran dan pelatihan, sehingga dapat terus berkembang dan memberikan edukasi melalui produk-produk rajutannya yang unik dan mendidik. Zis

Berita Terbaru

HUT Jatim Tak Sekadar Seremoni, Ada Servis Motor, Pasar Murah hingga Bantuan Air Bersih

HUT Jatim Tak Sekadar Seremoni, Ada Servis Motor, Pasar Murah hingga Bantuan Air Bersih

Selasa, 06 Okt 2026 21:03 WIB

Selasa, 06 Okt 2026 21:03 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyiapkan rangkaian kegiatan memperingati Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur yang berlangsung Oktober …

Usai Keributan Pasar Buah Tanjungsari, Terdakwa Sebut Korban Beraktivitas Normal

Usai Keributan Pasar Buah Tanjungsari, Terdakwa Sebut Korban Beraktivitas Normal

Selasa, 06 Okt 2026 20:20 WIB

Selasa, 06 Okt 2026 20:20 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Fakta baru terungkap dalam sidang perkara dugaan pengeroyokan terhadap Louis Prasetyo di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa (…

From This Island Tegaskan Komitmen Berkelanjutan, Salurkan Rp420 Juta untuk Alam dan Pemberdayaan Masyarakat Lokal

From This Island Tegaskan Komitmen Berkelanjutan, Salurkan Rp420 Juta untuk Alam dan Pemberdayaan Masyarakat Lokal

Selasa, 06 Okt 2026 19:31 WIB

Selasa, 06 Okt 2026 19:31 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta, 6 Oktober 2026 – Selama 2,5 tahun hadir di Indonesia, From This Island berkomitmen mengalokasikan 1% dari total penjualan produk m…

VinFast VF 3 Raih Penghargaan “Trusted & Popular Brand 2026” di Disway Awards

VinFast VF 3 Raih Penghargaan “Trusted & Popular Brand 2026” di Disway Awards

Selasa, 06 Okt 2026 19:19 WIB

Selasa, 06 Okt 2026 19:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta, 5 Oktober 2026 – VinFast VF 3, mini SUV asal Vietnam, berhasil meraih penghargaan “Trusted & Popular Brand 2026” untuk kategori Passe…

Ekspresikan Potensi dan Lestarikan Budaya dengan Gelar Lomba Desian Batik

Ekspresikan Potensi dan Lestarikan Budaya dengan Gelar Lomba Desian Batik

Selasa, 06 Okt 2026 17:19 WIB

Selasa, 06 Okt 2026 17:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Lamongan terus mendorong kreativitas generasi muda dan masyarakat dalam…

Tarik Minat Milenial Muda untuk Jaga Keberlangsungan Pertanian

Tarik Minat Milenial Muda untuk Jaga Keberlangsungan Pertanian

Selasa, 06 Okt 2026 17:17 WIB

Selasa, 06 Okt 2026 17:17 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Seiring dengan kemampuan swasembada pangan serta etos kerja petani yang luar biasa dimiliki Kabupaten Lamongan, Bupati Yuhronur…