SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo memberikan bantuan pompa air besar di 90 titik desa kelompok tani yang ada di Kabupaten Sidoarjo melalui kegiatan launching 90 titik irigasi perpompaan besar dan pendelegasian kewenangan penerbitan rekomendasi BBM ke desa tahun 2024 pada Jumat (02/08/2024) di Pendopo belakang Pemkab Sidoarjo.
"Kita menganggarkan 10 miliar berupa pompa air besar untuk 90 titik kelompok tani desa yang ada di Kabupaten Sidoarjo, semoga dengan bantuan pompa dan berikut kemudahan rekomendasi pembelian BBM ini bisa bermanfaat untuk pertanian yang ada di Kabupaten Sidoarjo," ungkap Plt Bupati, H.Subandi, Jumat (02/08/2024).
Lebih lanjut, pihaknya berharap di kawasan Kabupaten Sidoarjo tidak ada miskomunikasi. Nantinya jika ada keluhan petani Sidoarjo terkait kekeringan bisa segera diantisipasi dan diatasi, sehingga tidak berdampak ke gagal panen.
"Pompa ini tentunya bisa kita manfaatkan, karena kalau kita bertani ini yang dibutuhkan adalah air, semoga dengan pompa ini bisa kita manfaatkan untuk menyedot air untuk mengairi lahan pertanian kita, dengan harapan bisa meningkatkan produksi pertanian,” terangnya .
Sebelumnya, BMKG telah memprediksi bahwa curah hujan masih belum normal di seluruh wilayah Indonesia termasuk Kabupaten Sidoarjo. Sehingga pada musim tanam padi mundur yang berdampak pada ketersediaan stok beras itu akan berkurang.
Akibatnya juga merambah ke meningkatnya inflasi, sehingga pemerintah Kabupaten Sidoarjo melalui Dinas Pangan dan Pertanian bersama Kodim 0816 Sidoarjo sebagai pendamping dan memberikan bantuan secara swakelola kepada petani di Sidoarjo lokasi kegiatan berada di daerah sawah-sawah yang berawan mengalami kekeringan.
Sehingga, H Subandi menyebutkan kegiatan ini dalam rangka menghadapi ke darurat pangan nasional dari dampak cuaca el nino yang sangat ekstrim, sekaligus penambahan area tanam padi agar produksi padi juga meningkatkan, kesediaan air irigasi lahan sawah anti kekurangan air dengan cara memanfaatkan sumber air permukaan atau avour maupun sumber dangkal dengan cara irigasi pemompaan.
“Dengan cara tersebut lahan sawah segera dapat diolah dan ditanami padi sehingga yang belum ditanami satu kali meningkat menjadi dua kali dan meningkat juga menjadi tiga kali dalam satu tahun," tandas H. Subandi. Hdk/ hik
Editor : Desy Ayu