Preman Bubarkan Diskusi Tokoh, Dikecam MUI dan Ditjen HAM

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Dua pelaku yang diduga sebagai provokasi pembubaran diskusi di daerah Kemang Jakarta, telah ditangkap oleh Polda Metro Jaya.
Dua pelaku yang diduga sebagai provokasi pembubaran diskusi di daerah Kemang Jakarta, telah ditangkap oleh Polda Metro Jaya.

i

Kapolri Didesak Anies Baswedan, Usut Otak Pembubar Diskusi

 

 

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Diskusi yang hadirkan Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin dan pakar hukum tata negara Refly Harun, dibubarkan kelompok tak dikenal secara premanisme. Dua pelaku ditangkap. Keduanya berwajah pria asal Indonesia Timur. Belum terungkap motifnya. Pengacara pelaku menyesal dan siap bertanggung jawab.

Jenderal Listyo Sigit Prabowo didesak mengusut otak pelaku penyerangan acara diskusi di Kemang dan pengadangan massa tak dikenal saat aksi Global Climate Strike.

Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia (Ditjen HAM) mengecam pembubaran secara paksa diskusi Forum Tanah Air di salah satu hotel di Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu (28/9).

Menurut Direktur Jenderal HAM Dhahana Putra, tindakan tersebut telah secara jelas mencederai prinsip kebebasan hak asasi manusia yang dijamin oleh Undang-undang Dasar (UUD) 1945, tepatnya pada Pasal 28.

Wakil Ketua Umum (Waketum) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas meminta polisi untuk memproses hukum pelaku penyerangan dan perusakan acara diskusi Forum Tanah Air di sebuah hotel kawasan Kemang, Jakarta Selatan.

 

Kapolri Segera Usut

"Kita dukung penuh pak Kapolri @ListyoSigitP beserta jajarannya agar bisa segera mengusut tuntas semua peristiswa ini. Tidak hanya terhadap para pelaku di lapangan, tapi juga otak di baliknya," kata Anies di akun X, Minggu (29/9).

Anies mengatakan kebebasan berbicara dan berpendapat sebagai salah satu prinsip demokrasi yang telah dilindungi oleh konstitusi, haruslah dihormati.

Ia mengecam aksi premanisme terjadi terhadap dua agenda yang terjadi dalam dua hari beruntun.

 

Polisi Masih Dalami

Polisi masih mendalami peristiwa diskusi yang dihadiri sejumlah tokoh di Kemang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan (Jaksel), dibubarkan oleh orang tak dikenal (OTK). Dua orang sekuriti hotel terluka akibat dipukul kelompok OTK tersebut.

"Ada dua orang (sekuriti terluka)," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Ade Rahmat Idnal kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Minggu (29/9/2024).

Sampai minggu sore (29/9) belum diketahui materi diskusi di Hotel Grand Kemang, Sabtu (28/9/2024).

Minggu (29/9) Polisi telah menangkap 5 orang terkait pembubaran diskusi di Kemang. Dan menetapkan 2 di antaranya sebagai tersangka. Salah satu pelaku saat dibawa ke kantor polisi.

Minggu (29/9/2024), seorang pelaku yang diduga korlap aksi pembubaran dibawa ke dengan kondisi tangan terikat ke Polda Metro Jaya. Tampak yang bersangkutan dibawa dengan kondisi tangan terikat.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary mengimbau agar masyarakat tetap menjaga situasi kamtibmas. Dia memastikan pihakny akan mendalami persoalan tersebut.

"Agar masyarakat menjaga situasi kamtibmas, jangan melanggar hukum. Polisi akan melakukan pendalaman dan mengungkap kasus tersebut. Agar masyarakat tidak melakukan hal-hal yang membuat situasi kamtibmas tidak tertib," ujanya Minggu.

 

Koordinasi dengan Hotel

Kepolisian sudah berkoordinasi dengan pihak hotel atas dugaan perusakan dan mendalami kerugian yang ditimbulkan.

Peristiwa ini terjadi di Hotel Grand Kemang, Sabtu (29/9/2024) .

Kompol Edy Purwanto mengatakan bahwa pihak kepolisian memang telah berada di lokasi Hotel Grand Kemang dengan tujuan untuk menjalankan pengamanan terhadap aksi unjuk rasa dari Aliansi Cinta Tanah Air yang berlangsung di depan hotel

"Kami melaksanakan pengarahan pukul 08.00 (WIB), lalu pukul 09.00 Aliansi Cinta Tanah Air Ini datang melakukan orasi di Gerbang Pintu Grand Kemang bagian depan," ujar Edy dalam keterangannya

Edy menegaskan tidak ada pemberitahuan ataupun izin yang diajukan terkait acara diskusi di dalam hotel tersebut. Sementara itu, unjuk rasa yang berlangsung tercatat telah memiliki izin.

Polisi menduga sekelompok orang masuk ke ruangan diskusi lewat pintu belakang hotel. Pintu belakang hotel, kata Edy, tak dijaga polisi.

"Saat kami fokus pengamanan kegiatan unras (unjuk rasa) di depan, tiba-tiba kami mendapatkan informasi ada sekelompok orang tak dikenal masuk lewat gerbang pintu belakang," terangEdy menambahkan orang-orang yang masuk dan membubarkan diskusi itu bukan merupakan bagian dari massa aliansi yang sedang berunjuk rasa. "Jadi orang berbeda dengan kelompok yang melakukan Unras," jelas Edy Purwanto.

Pembubaran diskusi itu mengakibatkan sejumlah peralatan rusak, mulai dari banner hingga proyektor. Polisi akan melakukan pendalaman soal insiden ini.

 

Investigasi Internal

Polda Metro Jaya memberikan penjelasan terkait video personel kepolisian dipeluk massa yang membubarkan paksa diskusi di Kemang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Polda Metro mengatakan massa tersebut yang memeluk polisi.

"Kita lihat video yang beredar di lapangan, di media sosial, jadi pada saat mereka selesai melakukan aksi pembubaran, mereka (para pelaku) dari hasil pemeriksaan yang kita lakukan mereka mengatakan bahwa ini sebagai bentuk wujud etika kami, pamit dengan petugas anggota yang ada di situ," kata Wakapolda Metro Jaya Brigjen Djati Wiyoto Abadhy kepada wartawan, Minggu (29/9/2024).

Namun Djati menyebutkan pihaknya akan melakukan investigasi internal untuk mengusut ada tidaknya dugaan pelanggaran personel. Bidang Propam Polda Metro Jaya akan mendalami SOP para personel yang melakukan pengamanan.

"Kemudian, selain itu juga, kami juga melakukan investigasi secara internal terhadap para petugas Polri yang bertugas mengamankan pada saat aksi unjuk rasa berlangsung, apakah di situ ada pelanggaran SOP atau tidak," kata dia.

Djati menegaskan pihaknya siap menerima kritik dari masyarakat. Polisi juga akan mengusut tuntas aksi premanisme berupa pembubaran paksa diskusi yang digelar kemarin. n jk/erc/rmc

Berita Terbaru

Pemkot Kediri Tunggu Legal Opinion Kejaksaan untuk Penyelesaian Proyek RTH Alun-alun

Pemkot Kediri Tunggu Legal Opinion Kejaksaan untuk Penyelesaian Proyek RTH Alun-alun

Kamis, 05 Feb 2026 21:41 WIB

Kamis, 05 Feb 2026 21:41 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Pemerintah Kota Kediri masih menunggu Legal Opinion (LO) dari Kejaksaan dalam rangka menentukan langkah penyelesaian proyek…

Dinas Perkim Kabupaten Kediri Jelaskan Status Konflik Fasum Fasos Perum Griya Keraton Sambirejo

Dinas Perkim Kabupaten Kediri Jelaskan Status Konflik Fasum Fasos Perum Griya Keraton Sambirejo

Kamis, 05 Feb 2026 21:35 WIB

Kamis, 05 Feb 2026 21:35 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Kediri memberikan penjelasan berkaitan dengan masalah fasilitas umum…

Dugaan Penjualan Aset Hibah Gedung Sekolah, DPMD Turun Tangan

Dugaan Penjualan Aset Hibah Gedung Sekolah, DPMD Turun Tangan

Kamis, 05 Feb 2026 20:28 WIB

Kamis, 05 Feb 2026 20:28 WIB

SURABAYA PAGI, ‎Madiun — Dugaan penyelewengan aset hibah terus berlanjut, bangunan SD Negeri Tiron 3 yang merupakan aset hibah pemerintah Kabupaten Madiun dib…

Aniaya Istri hingga Tewas, Suami di Blitar Jadi Tersangka

Aniaya Istri hingga Tewas, Suami di Blitar Jadi Tersangka

Kamis, 05 Feb 2026 17:48 WIB

Kamis, 05 Feb 2026 17:48 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Blitar - Setelah dilakukan pemeriksaan P warga Desa mBoro Kec.Selorerjo Kabupaten Blitar, yang telah membunuh SN istrinya, dengan beberapa…

Pohon Pisang Jadi "Monumen Kekecewaan" Jalan Rusak di Madiun Viral

Pohon Pisang Jadi "Monumen Kekecewaan" Jalan Rusak di Madiun Viral

Kamis, 05 Feb 2026 16:40 WIB

Kamis, 05 Feb 2026 16:40 WIB

SURABAYA PAGI, Madiun- ‎Sebuah foto jalan berlubang yang ditanami pohon pisang di RT 3 Desa Sidomulyo, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun, viral di media s…

Jabat Ketum IKBA UNTAG Dorong Kaum Intelektual Bangun Negeri Lebih Baik

Jabat Ketum IKBA UNTAG Dorong Kaum Intelektual Bangun Negeri Lebih Baik

Kamis, 05 Feb 2026 15:33 WIB

Kamis, 05 Feb 2026 15:33 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Sidoarjo - Anggota Komisi B DPRD Sidoarjo Kusumo Adi Nugroho, S.E, yang juga politisi PDI Perjuangan ini, berjibaku menggerakkan kaum…