Terkoyak Warisan: Ketika Tali Persaudaraan Diuji di Meja Hijau

Sengketa Warisan Rp 1 Triliun, Kakak Gugat Adik di Pengadilan Surabaya

author Budi Mulyono

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kuasa hukum Widyawati, Albertus Soegeng. SP/ BUDI
Kuasa hukum Widyawati, Albertus Soegeng. SP/ BUDI

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Di balik heningnya ruang sidang Pengadilan Negeri Surabaya, sebuah kisah keluarga yang rumit tengah bergulir. Widyawati Santoso alias Kwee Ie Hwee, perempuan berusia 75 tahun, menggugat adik kandungnya sendiri, Bambang Husana Kwee, terkait pembagian warisan orang tua mereka yang nilainya mencapai kisaran Rp 1 triliun.

Gugatan ini menjadi sorotan bukan hanya karena jumlah harta warisan yang fantastis, tetapi juga karena menggambarkan konflik batin antara tanggung jawab keluarga dan keadilan hukum. Sejak sang ayah, Kok Kwee Quarry Kuotakusuma, wafat empat tahun silam, Widyawati mengaku tidak pernah menerima kejelasan pembagian warisan dari sang adik yang bertindak sebagai pelaksana wasiat.

Dari Surabaya hingga Jakarta, Aset Diduga Dijaminkan ke Bank

Menurut kuasa hukum Widyawati, Albertus Soegeng, terdapat 11 jenis aset warisan yang hingga kini masih dikuasai oleh Bambang. Aset-aset tersebut tidak hanya berupa properti di berbagai kota seperti Surabaya, Bandung, Balikpapan, Samarinda, Palangkaraya, hingga kawasan elite Pantai Indah Kapuk (PIK) Jakarta, tetapi juga saham di sejumlah perusahaan keluarga.

“Kami menduga aset-aset itu tidak segera dibagikan karena telah dijadikan jaminan utang ke bank. Bahkan ada indikasi telah dialihkan tanpa persetujuan ahli waris lainnya,” ujar Albertus Soegeng dalam keterangannya di persidangan.

Atas dasar itu, pihak penggugat memohon kepada majelis hakim agar melakukan penyitaan sementara terhadap aset-aset tersebut guna mencegah potensi penyalahgunaan lebih lanjut.

Persoalan Keadilan dalam Wasiat: Hak Anak Perempuan Diabaikan?

Salah satu inti permasalahan lainnya terletak pada ketimpangan dalam pembagian warisan berdasarkan akta wasiat. Dalam surat tersebut, anak laki-laki—termasuk Bambang—mendapatkan porsi yang jauh lebih besar dibandingkan anak perempuan.

Namun, menurut Pasal 913 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata), setiap ahli waris memiliki hak atas legitieme portie—bagian mutlak dari warisan yang tidak dapat dikurangi oleh ketentuan surat wasiat.

“Karena itu, kami memohon agar hakim menetapkan pembagian yang adil dengan tetap memperhitungkan legitieme portie dari masing-masing anak,” terang Soegeng.

Tuntutan Kerugian Rp 125 Miliar: Bentuk Teguran atau Keadilan?

Melalui gugatan ini, Widyawati meminta ganti kerugian materiil sebesar Rp 100 miliar serta kerugian imateriil sebesar Rp 25 miliar. Menurutnya, nilai tersebut masih dalam batas kewajaran mengingat besaran total warisan yang ditaksir hampir Rp 1 triliun untuk tujuh bersaudara.

“Nilai Rp 100 miliar sudah cukup adil ketika asetnya hampir Rp 1 triliun untuk tujuh orang,” ujar Widyawati dalam keterangan resmi.

Sementara itu, Bambang belum memberikan pernyataan atau tanggapan atas gugatan ini. Saat didatangi ke rumahnya di Jalan Dharmahusada Utara 3/15, Gubeng, ia tidak berada di tempat.

Sengketa warisan ini bukan hanya tentang harta, tetapi juga tentang rasa keadilan dalam ikatan keluarga. Ketika kepercayaan antar saudara mulai terkikis oleh pembagian yang dianggap tak adil, ruang sidang menjadi saksi atas getirnya konflik darah daging. Kini, harapan Widyawati tertumpu pada palu hakim untuk mengembalikan hak yang diyakininya telah lama terabaikan. nbd

Tag :

Berita Terbaru

DLHKP Kota Kediri Bersih-bersih Cagar Budaya Jembatan Lama

DLHKP Kota Kediri Bersih-bersih Cagar Budaya Jembatan Lama

Rabu, 18 Feb 2026 21:22 WIB

Rabu, 18 Feb 2026 21:22 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri menggelar aksi bersih-bersih di kawasan cagar budaya Jembatan…

Kurir 1 Kg Sabu Divonis 15 Tahun, 2 Tahun Lebih Ringan dari Tuntutan 

Kurir 1 Kg Sabu Divonis 15 Tahun, 2 Tahun Lebih Ringan dari Tuntutan 

Rabu, 18 Feb 2026 18:58 WIB

Rabu, 18 Feb 2026 18:58 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Majelis hakim Pengadilan Negeri Kabupaten Madiun menjatuhkan vonis 15 tahun penjara kepada Ika Indah Rahmawati (41), terdakwa kasus …

Pemkot Mojokerto Atur Jam Kerja ASN Selama Ramadhan 2026

Pemkot Mojokerto Atur Jam Kerja ASN Selama Ramadhan 2026

Rabu, 18 Feb 2026 18:47 WIB

Rabu, 18 Feb 2026 18:47 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto - Pemerintah Kota Mojokerto resmi memangkas jam kerja aparatur sipil negara (ASN) selama bulan suci Ramadhan tahun…

Wamenag Maklumi Orang Makan Siang di Warung saat Ramadhan

Wamenag Maklumi Orang Makan Siang di Warung saat Ramadhan

Rabu, 18 Feb 2026 18:40 WIB

Rabu, 18 Feb 2026 18:40 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi'i ingin sikap saling menghormati juga timbul dari orang yang berpuasa. Dia…

KPK Ungkap Kelihaian Petinggi Bea Cukai Sembunyikan Aset Korupsi

KPK Ungkap Kelihaian Petinggi Bea Cukai Sembunyikan Aset Korupsi

Rabu, 18 Feb 2026 18:38 WIB

Rabu, 18 Feb 2026 18:38 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan koper berisi uang Rp5 miliar terkait kasus dugaan korupsi importasi yang menjerat…

Nia Daniaty, Dikejar-kejar Korban CPNS Rp 8,1 Miliar

Nia Daniaty, Dikejar-kejar Korban CPNS Rp 8,1 Miliar

Rabu, 18 Feb 2026 18:36 WIB

Rabu, 18 Feb 2026 18:36 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Penyanyi Nia Daniaty yang baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-61, berurusan dengan Pengadilan. Saat itu ia rayakan secara…