15 Tahun Tekuni Profesi Juru Makam dengan Tekad Beribadah

Na'im juru kunci makam Ki Ageng Menak Sopal. SP/ TRG

SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Na'im yang sudah Lima belas tahun lamanya menekuni juru kunci makam Ki Ageng Menak Sopal itu bukan sekadar materi, melainkan tekad untuk beribadah. Ki Ageng Menak Sopal sendiri merupakan pahlawan pertanian Trenggalek karena bisa membendung Sungai Bagong untuk dialirkan airnya ke lahan pertanian warga sekaligus penyebar Islam.

Bermodalkan tekad beribadah. Na’im yang mendapatkan insentif Rp 500 ribu per bulan, tak menggoyahkan dirinya untuk tetap menjadi juru kunci. "Harus ikhlas, tak boleh pamrih, diniati ibadah. Maka, rasa capek itu akan hilang," ungkapnya. 

Baginya, pengalaman menjadi juru kunci tak pernah sekalipun mendapati sosok-sosok makhluk astral yang mengganggunya. "Pengalaman itu justru dari pengunjung yang pernah kesurupan karena membawa ranting atau daun tanpa izin," ungkapnya, Senin (17/5/2021).

Menurutnya, orang-orang yang mengambil ranting dan daun itu sebenarnya hanya untuk bahan-bahan dapur. Tapi karena mereka tak izin lebih dulu sehingga ada yang tidak menyetujuinya.

Selama kesurupan, pasti ada yang mengaku penghuni di sekitar makam. Mereka tak setuju jika mengambil barang tanpa izin. Sehingga setelah barang itu dikembalikan, mereka pun sembuh sendirinya.

Memang di samping menjadi juru kunci, Na'im memiliki pekerjaan lain sebagai tukang pijat. Na'im mengatakan, keahlian itu didapatkan turun-temurun dari keluarganya. Dengan profesi tersebut, Na'im bisa menjadi tulang punggung keluarga.

Pekerjaan juru kunci dengan tukang pijat, menurut Na'im, masih berhubungan. Kedua-duanya berdasarkan niat ibadah. Menjadi juru kunci sejak 2006 membuatnya tak lagi mengutamakan duniawi.

Na’im pun memiliki prinsip untuk bisa menebar kebaikan, dengan membantu orang-orang yang hendak berdoa di makam Ki Ageng Menak Sopal. Na'im selalu menuturkan bagi siapa pun yang berdoa untuk tidak terjerumus ke jurang kesyirikan. "Niat doa hanya tertuju untuk Sang Pencipta," ucapnya 

Sebagai profesi tukang pijat, Na'im mengaku profesi itu sangat rentan difitnah. Apalagi ketika memijat istri yang sudah bersuami. Dia pun pernah beberapa kali difitnah karena hal tersebut.

Namun, apa pun masalah yang dialaminya yang sekiranya itu tak dapat dituntaskan dengan sesama manusia, maka dia akan menyerahkan semua masalah itu kepada Sang Pencipta. "Dengan pengalaman itu, setiap kali memijat istri yang sudah bersuami, maka suaminya saya minta menunggu di sampingnya," ujarnya. Dsy5