7 Taman di Surabaya Segera Buka, Masuk Wajib Vaksin

Taman Bungkul , salah satu taman yang rencananya segera dibuka. SP/IST

SURABAYAPAGI, Surabaya -  Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Surabaya berencana akan membuka taman di Kota Pahlawan.  Saat ini sebanyak 7 taman di Surabaya sedang dipersiapakan untuk segera dibuka.

Rencananya, pengunjung yang masuk wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi. Namun dibukanya  taman ini masih mengunggu terbitnya Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri).

”Pembukaan taman rencananya sesuai Inmendagri sarpras taman sudah siap pelaksanaan menunggu Inmendagri,” tutur Kepala Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Surabaya Anna Fajriatin, Jumat (1/10).

Tujuh taman tersebut adalah Taman Bungkul, Kebun Bibit Wonorejo, Taman Flora, Taman Sejarah, Taman Cahaya, Taman Pelangi, dan Taman Harmoni.

Pembukaan taman ini rencananya  dilakukan dengan aplikasi PeduliLindungi. ”Pengunjung yang akan masuk wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi dan wajib vaksin. Anak-anak bisa masuk,” kata Anna.

Ditanya bila ada orang tua yang belum vaksin, Anna mengaku mempercayai warga Surabaya. Kesehatan warga adalah tanggung jawab tiap individu.

”Apapun itu, warga peduli dengan diri sendiri saya yakin begitu yang penting sama-sama sehat dan (zona) hijau. Masa ya mau sakit? Ini pemakaman juga sudah zero,” jelas Anna.

Untuk teknis pembukaan, saat ini sedang diupayakan sembari menunggu Inmendagri. ”Kami siapkan teknis. Karena tiap taman punya luas sendiri-sendiri,” terang Anna.

Luas taman itu, akan berpengaruh dengan kapasitas pengunjung. Sebab kapasitas akan disesuaikan dengan luas taman.

Alasan itu juga yang mendorong Anna untuk membuka tujuh taman tersebut. Sebab, tujuh taman tersebut memiliki lahan yang cukup luas. Sehingga bisa menjadi uji coba bagi taman lain.

”Memang di sana sangat luas tamannya. Kemudian sarana bermain lengkap. Itu yang bisa representatif untuk jarak dibandingkan Taman Lansia yang kecil dan nggak terlalu lengkap. Kami pilih taman yang mewakili beberapa wilayah. Misalnya warga Surabaya Utara ke Taman Sejarah,” beber Anna.sb3/na