Anak yang 'Tangguh' Jual Rempeyek Kacang sejauh 20 Km, Ketemu Kasat Lantas Polres Blitar, Apa yang Terjadi

Kasatlantas Polres Blitar saat menemui bocah penjual rempeyek. SP/Hadi Lestariono

SUARABAYAPAGI.COM, Blitar - Di sela sela Satlantas gelar Ops.Zebra Semeru 2021 di jalan Raya Kota Wlingi Kabupaten Blitar Jumat (26/11) kemarin.

Dalam kerumunan saat petugas lakukan Razia, ada sosok kecil membawakan dagangannya di tengah tengah kerumunan orang melihat jalanya Operasi Zebra, apa lagi ada Polisi yang mengenakan ala Boneka yang menghimbau untuk taati Prokes dan keselamatan di jalan, si bocah itu tanpa peduli, terus melihat petugas lakukan giatnya, ketika melihat banyak Polisi, dia sambil menawarkan dagangannya di sela sela kerumunan warga.

Ternyata gerak gerik si bocah itu ada se sosok yang memperhatikan tingkah lakunya.

Setelah sepi sosok tersebut menghampirinya, ternyata sosok itu adalah AKP I Putu Angga Feriyana yang sehari hari jabat Kasat Lantas Polres Blitar, spontan Perwira Polisi asal Pulau Dewata Bali itu mendekat ke si penjual kecil itu, apa yang dibicarakan mereka berdua kurang jelas, hanya si bocah saat di gandeng AKP I Putu ke halaman Klinik Pratama Polres Blitar.

Sesampai di halaman Klinik si bocah tangguh itu melihat Polisi menghitung dagangannya, yang tersisa 12 biji bungkusan kecil tersebut, oleh Kasat Lantas jualannya itu di borongnya.

Saat dialog dengan Kasat Lantas ternyata si bocah itu bernama *Tangguh* berusia 8 tahun warga Desa/Kec. Selopuro Kabupaten Blitar, menjajakan dagangannya sejak pukul 06.00 di seputaran Pasar Wlingi dengan dibonceng sepeda ayahnya yang sehari hari sebagai kuli panggul di pasar Wlingi.

"Saya berangkat dengan pak e (Bapak) naik sepeda saya jual peyek tiap bungkus Rp.3 ribu, saya tadi bawa 15 bungkus tak jual 3 ribu perbungkus." Tutur Tangguh dengan bahasa jawa kepada AKP I Putu disaksikan beberapa wartawan dan KRI Satlantas Iptu Soleman Arjuno.

Mendengar ungkapan si Tangguh spontan AKP I Putu menawarkan akan membeli semua dagangannya, sedang si Tangguh gak ada respon, setelah Kasat Lantas ambil beberapa dagangannya si Tangguh baru ngerti loo jualannya di beli.

"Gak duwe susuk.(gak punya kembaliannya)." kata si Tangguh, saat menerima uang lembaran seratus ribuan dari AKP I Putu, sambil menunjukan uang yang ada di genggamannya berupa beberapa recehan uang 2 ribuan.

Langsung uang ratusan ribu rupiah itu dimasukkan ke saku kecilnya si Tangguh oleh AKP I Putu, tanpa diduga Tangguh memberikan semua jualanya ke I Putu yang tinggal 12 bungkus itu.

"Tak beli semua ya, dan ini ada sedikit untuk pulang, kalau ada waktu cari saya di kantor Polisi Talun ya." Kata AKP I Putu pada Tangguh yang hanya memandangi Kasat Lantas.

Setelah diartikan Iptu Arjuna, si bocah diam dan sedikit takut, karena diberi uang Polisi, hanya sedikit kaget, apalagi jualannya yang dibeli dikembalikan lagi dan diberi tambahan uang, dan sisa dagangannya untuk dijual kembali oleh Tangguh.

Setelah Tangguh mengerti ungkapan AKP I Putu, si bocah itu pergi menyalami Kasat Lantas dan beberapa wartawan dan Iptu Arjuna, dan terus pergi, sedang uang yang diberi Kasat Lantas dibungkus plastik dengan di ikat karèt dan di simpan di saku kecil celananya, dan Tangguh meneruskan jualanya.

"Saya amati saya kira hanya melihat kita sedang Operasi, seperti warga lainya, dan ternyata bener bener tangguh tekadnya si Tangguh kecil itu demi bantu keluarganya." Ungkap AKP I Putu. Les