Bupati Ikfina Sambangi Rumah Peraih Emas Paralimpiade Tokyo

Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati sambangi Maslukah (54), ibu pemenang medali emas cabang olah raga badminton ganda putri Paralimpiade Tokyo 2020. SP/Dwy AS

SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto - Ditengah jadwal padat, Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati masih menyempatkan diri mendatangi rumah Khalimatus Sadiyah (22), pemenang medali emas badminton ganda putri Paralimpiade Tokyo 2020, Senin (6/9/2021) sore 

Meski tak bertemu langsung dengan sang juara, lantaran masih berada di Jepang. Petinggi Pemkab ini disambut hangat oleh ibunda Khalimatus beserta kerabat terdekatnya di Dusun Kecubuk, Desa Banjartanggul, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto.

Tak disangka, saat disambangi Bupati, sang pahlawan olahraga ini melakukan video call sekitar pukul 17.20 WIB di nomor ponsel ibunya. Sontak panggilan tatap muka jarak jauh ini dimanfaatkan Bupati untuk berbincang dan mengucapkan selamat secara langsung kepadanya.

Kepada pucuk pimpinan Pemkab Mojokerto, Alim sapaan Khalimatus Sadiyah hanya meminta di doakan agar perjalanannya selamat sampai ke Indonesia. Lantaran, si atlet nasional paralympic sedang berada di bandara Internasional Narita Tokyo, Jepang menunggu jam keberangkatan pesawat menuju Indonesia.

Dan berjanji akan pulang ke tanah kelahirannya di Kabupaten Mojokerto, usai nantinya melakukan karantina di wisma atlet setibanya di Jakarta. Hingga rangkaian kegiatan penyambutan lainnya seusai kepulangannya ke tanah air terselesaikan.

"Saya mohon doa selamat selama perjalanan menuju Indonesia. Insyalloh kalau sudah selesai karantina, dan semua kegiatan lainnya selesai saya pulang ke rumah (Mojokerto)," pinta Alim kepada ibunya dan Bupati Ikfina. 

Melihat hal itu, Ikfina mengamini permintaan Alim. "Amin, mudah-mudahan selamat sampai Indonesia. Kami tunggu kedatangannya yah, kalau nanti pulang ke Mojokerto kasih kabar ibu nggih," ucap pemimpin perempuan pertama di Kabupaten Mojokerto ini. 

 

Ikfina merasa bangga dan sangat mengapresiasi atas pencapaian prestasi badminton Alim yang memiliki kekurangan fisik dibagian tubuh sebelah kanannya. Sehingga memiliki kemampuan kidal yang luar biasa di tangan kirinya.

Hingga membawa anak ragil dari tiga bersaudara ini bisa mengikuti event internasional, Alim pertama kali meraih medali perak badminton ganda putri dalam Asian Paragames 2014. Disusul setiap tahunnya selalu menyabet emas ganda putri sejak tahun 2015 sampai 2018 di Asian Paragames.

Yang terbaru, ia bersama tandemnya, Leani Ratri Oktila, meraih medali emas ganda putri Paralimpiade Tokyo 2020 dengan klasifikasi WD SL3-SU5.

Klasifikasi SL3 adalah klasifikasi atlet dengan gangguan berjalan atau tidak seimbang. Sedangkan, klasifikasi SU5 untuk atlet dengan keterbatasan bagian tubuh atas seperti salah satu bagian tubuh tidak bisa digunakan secara normal.

"Alhamdulillah kita sangat bangga sekali, saya ikut merasakan rasa bahagianya jadi orang tua punya anak berprestasi. Mudah-mudahan bisa jadi penyemangat anak muda di Kabupaten Mojokerto," katanya.

Ikfina berjanji akan menyiapkan penyambutan kedatangan Alim jika bertandang ke rumah ibunya di Kabupaten Mojokerto. Tak hanya itu, Pemkab Mojokerto akan memberikan bonus khusus untuk putri pasangan suami istri, Sukohandoko, 59 tahun dan Maslukah, 53 tahun, pada 17 September 1999 silam.

"Kita akan sambut bersama-sama Alim sebagai anak muda kebanggaan Mojokerto, tentunya akan berikan apresiasi (bonus) secara khusus. Dia sedang perjalan pulang dari Tokyo ke Indonesia juga, nah karena pandemi COVID-19 jadi harus dikarantina dulu. Kalau sudah selesai semuanya, dia akan ke Mojokerto," memungkasi.

Terpisah, Maslukah ibunda Alim yang berjualan nasi sejak Alim berusia dua tahun di Dusun Madyopuro, Desa Kalipuro, Kecamatan Pungging ini, merasa senang disambangi Bupati Mojokerto. 

Sebab, selama putri kesayangannya menjuarai kompetisi badminton dikancah internasional, tak pernah kepala daerah datang memberikan apresiasi. "Belum ada sama sekali selama ini, baru pertama kali disambangi pejabat daerah. Saya sangat berterimakasih," pungkasnya. Dwy