Libur Lebaran, Jumlah Pendaki Gunung Lawu Anjlok

Pendakian Gunung Lawu via Cemoro Sewu.

 

SURABAYAPAGI.COM, Magetan - Adanya penyekatan dan larangan mudik saat libur lebaran berimbas pada jumlah pendaki di Gunung Lawu. Sejak 13-17 Mei 2021, tercatat hanya 150 orang pendaki yang mendaki di Gunung Lawu melalui jalur Cemoro Sewu.

“Efek penyekatan dimana-mana, pendakian sepi,” kata Supriyanto, Kaur Komunikasi Perum Perhutani KPH (Kesatuan Oemangku Hutan) Lawu Ds, Rabu (19/5/2021).

Dia menjelaskan, jumlah pendaki dibandingkan tahun kemarin lebih baik. Karena, tahun lalu pendakian selama libur lebaran tutup total. “Ini lebih baik, tahun lalu tutup total tidak ada pendakian,” ucapnya.

Sebelum pandemi, pendaki bukan hanya dari seluruh penjuru Indonesia, melainkan juga ada yang dari mancanegara. Yakni Malaysia, Singapura, Korea Selatan, dan juga beberapa asal Benua Eropa. “Meski segelintir, banyak pendaki mancanegara. Tetapi, semenjak pandemi sudah tidak ada,” katanya.

Supriyanto menyebut kali ini pihaknya tak sampai menutup jalur pendakian. Karena, kuota 1.000 pendaki per hari tak pernah terpenuhi. Bisa dibilang jalur pendakian cukup aman karena tidak ada kerumunan. Dia pun mengapresiasi para pendaki yang tidak menimbulkan penumpukan orang baik di antrean loket dan di kawasan puncak.

“Ini memang konsekuensi, kalau kami terapkan jaga jarak maka kemungkinan besar jumlah pendaki berkurang,” katanya.

Pihaknya juga sudah menyediakan wastafel di depan gerbang jalur pendakian. Sementara, untuk di jalur mendaki dia mengimbau para pendaki untuk menggunakan hand sanitizer dan juga tetap memakai masker. Lantaran, untuk tisu basah pihaknya belum membolehkan.

“Untuk larangan memakai tisu basah sudah dilayangkan sejak beberapa tahun yang lalu, karena alasan lingkungan,” ungkapnya.

Sementara ini, cuaca di kawasan atas cukup bersahabat, jarang ada badai. Namun, hujan deras masih kerap mengguyur. Dia mengimbau pada para pendaki untuk tetap menjaga suhu tubuh. Suhu rendah di kawasan atas bisa mengakibatkan hipotermia.

“Kami juga sudah berikan larangan mendaki bagi pendaki yang masih memakai celana jeans, karena risiko terkena hipotermia lebih besar,” pungkasnya.