Oknum Mantri Hewan Diduga Mesum dengan Istri Orang

BN dan AS pasangan selingkuh saat dikonfirmasi dirumahnya masing-masing. SP/Lim

SURABAYAPAGI.COM, Jember - Oknum pegawai mantri hewan diduga selingkuhi istri orang di  tempat persewaan di desa Penitik kab Jember. Oknum pegawai tersebut bertugas  sebagai mantri hewan bagian lapangan di kawasan desa Tanjungrejo kab Jember. 

Mereka yang di maksud yakni, BN (50) si mantri yang merupakan warga Tanjungrejo kabupaten Jember, dan selingkuhannya AS (50) juga warga Jember. Keduanya berstatus masih mempunyai pasangan yang sah

Mereka berdua pada hari Sabtu (18/9) pagi sekitar pukul 9.30 WIB kepergok awak media di salah satu tempat  terselubung di kawasan desa Penitik kab Jember. Keduanya masuk di tempat tersebut dengan  diduga berniat melakukan perbuatan tidak senonoh di tempat itu dengan cara masuk bergantian membawa kendaraan masing-masing untuk mengelabui pandangan masyarakat.

Selama kurang lebih 1 jam 50 menit di dalam kamar  tersebut,  dia keluar dari tempat persewaan itu  dengan cara si BN keluar duluan dengan  tancap gas pulang.  Jelang beberapa menit kemudian si teman perempuannya juga ikut keluar dari tempat persewaan tersebut dan langsung pulang menuju rumah.

 Tim media yang mengetahui hal tersebut langsung  mengkonfirmasi keduanya di rumah  masing- masing.

Namun perempuan tersebut kaget melihat kedatangan awak media. Saat ditanya terkait kegiatannya di tempat persewaan  dengan  lelaki selingkuhannya,  dia menjawab dengan terang- terangan bahwa dirinya memang benar sudah mengakui semua kegiatannya dengan lelaki  yang di  maksud.

"Ya pak benar, saya cuman satu kali melakukan tidak senonoh dengan teman saya (BN) dan saya tidak akan mengulangi lagi tapi tolong jangan di korankan pak saya takut," akunya perempuan itu ke awak media.

Sementara di tempat lain teman lelakinya saat dikonfirmasi awak media hanya memasrahkan diri dan mengiyakan kalau dirinya salah karena melakukan  selingkuh dengan istri orang di tempat persewaan dan  minta tolong supaya ini di selesaikan saja pak.

"Ya pak, saya memang salah  karena melakukan perbuatan itu  dengan As dan itu gimana lagi pak karna dia teman saya sejak kecil pak dan maunya gimana, kita selesaikan  di sini saja pak  saya gak bisa ke mana mana pak,  tolong gak usah rame-rame dan jangan sampek masukkan koran  dan jangan sampek  anakku tau pak,  saya gak akan ngulangi perbuatan ini lagi pak," ujarnya. Lim