Puput, Istri Kedua Hasan

Ilustrasi karikatur

Penangkapan OTT Bupati Probolinggo Makin Ramai Dibicarakan

 

 

 

Hartanya Lebih Besar dari Anggota DPR RI Fraksi NasDem, Puput Laporkan Berharta Rp 10 Miliar dan Hasan Aminuddin Hanya Rp 7 Miliar

 

 

SURABAYAPAGI.COM, Probolinggo - Puput Tantriana Sari, Bupati Probolinggo, pasca kena OTT KPK menjadi sorotan di Tanah Air. Selain ditangkap di rumahnya di kota Probolinggo bersama anggota DPR-RI Hasan Aminudin, suaminya.

Perempuan kelahiran Ponorogo, Mei 1983 ini hanya lulusan SMA, pada awalnya berstatus istri kedua Hasan Aminuddin. Sebelumnya, Hasan anggota DPR RI Fraksi Nasdem, menikahi Dian Prayuni.

Namun, Hasan lebih memilih Puput dan menceraikan Dian pada 2008. Buntut dari memilih perempuan berharta Rp 10 miliar, Hasan dilaporkan Dian, mantan istrinya ke polisi pada 2009. Hasan dilaporkan dengan tuduhan penggelapan harta gono gini.

Puput melapor ke KPK pada Februari 2021 berharta Rp 10 miliar. Sebelumnya, pada tahun 2019, harta Puput di LHKPN senilai Rp 7,4 Miliar. Sedang saat maju calon incumbent Pilkada Probolinggo 2017, hartanya sebanyak Rp 6,5 Miliar.

Sedangkan, Hasan Aminuddin menjadi anggota DPR sejak 2014 atau setelah lengser dari jabatan Bupati Probolinggo. Ia kembali terpilih saat mengikuti Pileg 2019. Saat ini, Hasan duduk sebagai anggota Komisi IV yang membidangi pertanian, kelautan, dan kehutanan.

Merujuk situs rekamjejak.net, meski tak lagi menjabat Bupati Probolinggo, Hasan kerap muncul dalam pemberitaan Pemerintah Kabupaten Probolinggo. Misalnya saat ia hadir mendampingi sang istri atau sebagai Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo dan Kota Krasakan.

Sebelum bergabung ke Partai NasDem, Hasan merupakan kader PKB. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Probolinggo pada 1999-2003. Berdasarkan LHKPN yang dilaporkan April 2019, Hasan Aminuddin tercatat memiliki harta kekayaan sebanyak Rp 7.3 Miliar.

 

Semalam Masih Diperiksa

Hingga Senin (30/8/2021) malam, Puput Tantriana Sari Bupati Probolinggo, dan Hasan Aminuddin suaminya, masih menjalani pemeriksaan lanjutan di Kantor KPK. Puput dan Hasan bersama delapan orang lain yang diduga oknum ASN berupa sejumlah Kepala Desa yang terkait dugaan suap, tiba di kantor KPK pukul 17:00 WIB.

Ali Fikri Plt Juru Bicara KPK mengatakan, informasi detail akan disampaikan Pimpinan KPK sesudah pemeriksaan lanjutan dan gelar perkara.

“Kami akan informasikan perkembangannya setelah tim selesai melakukan permintaan keterangan dan menyimpulkan hasil kegiatan tangkap tangan dimaksud,” ujarnya di Gedung KPK, Senin malam.

KPK mempunyai waktu 1 x 24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan dalam OTT tersebut. KPK berjanji akan menginformasikan lebih lanjut ihwal OTT tersebut. ”Perkembangannya nanti kami pastikan akan kami sampaikan lebih lanjut,” ucap Ali.

Berdasarkan informasi dihimpun Surabaya Pagi, Puput dan Hasan ditangkap berkaitan dengan kasus dugaan jual beli jabatan Kepala Desa di sejumlah desa di Kabupaten Probolinggo. Hasan dan Puput suami-istri.

Hal senada juga diungkapkan Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron saat dikonfirmasi. Namun, ia meminta publik bersabar terkait detail kasusnya karena tim masih bekerja. ”Detailnya, mohon bersabar karena kami masih proses memeriksa. Nanti akan kami rilis,” ujar Ghufron.

 

Pemprov Siapkan Plt

Dengan ditangkapnya Bupati Probolinggo oleh KPK, Pemprov Jatim kini tengah mempersiapkan Plt untuk menggantikan tugas Bupati Puput.

Meski begitu, Kabiro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setdaprov Jatim Jempin Marbun mengatakan, pihaknya masih menunggu keputusan KPK.   "Kita menunggu keputusan KPK, yang jelas kita akan menyiapkan plt untuk mengganti posisi bupati," ujar Jemprin Marbun, Senin (30/8/2021).

Jempin menegaskan, Pemprov Jatim menghormati keputusan hukum terkait OTT KPK di lingkup Pemkab Probolinggo.

Ia juga menyampaikan, dalam waktu 1x24 jam sejak Bupati Probolinggi ditangkap dan ditetapkan tersangka, Biro Pemerintahan mengeluarkan surat keputusan (SK) Plt Bupati Probolinggo. Kemungkinan besar, posisi Plt bupati Probolinggo akan dijabat Wakil Bupati Timbul Prihanjoko. Jempin menambahkan, pihaknya masih melakukan koordinasi dengan Mendagri, agar tidak terjadi kekosongan jabatan. "Kalau (Bupati Puput Tantriana Sari) ditahan kan jelas tersangka," tandasnya.

 

Puput Lulusan SMU

Sebelum berstatus istri kedua Hasan, Puput sempat menjadi ASN di Pemprov Jatim dengan ijasah SMU di Ponorogo. Bahkan Puput pun diramaikan dicurigai selingkuhan Hasan. Pasalnya, dari penelusuran tim wartawan Surabaya Pagi, pernikahan Puput dengan Hasan terjadi pada tahun yang sama dengan perceraian Hasan dengan istri pertamanya, Dian Prayuni.

Perceraian Hasan dengan Dian pun penuh dengan drama. Dian pernah melaporkan Hasan ke Polda Jatim pada 2009 atas tuduhan penggelapan harta gono gini. "Saya melaporkannya karena rumah dan mobil atas nama saya diagunkan ke bank dan juga ada yang dijual tanpa sepengetahuan saya," kata Dian Prayuni, di Polda Jatim pada 13 Januari 2009 lalu.

Dian menerangkan, rumah warisan dari orangtuanya di Jalan Bukit Hijau Blok A No 14, Tlogo Mas, Malang, yang nilainya ditaksir sekitar Rp 400 juta, oleh Bupati Probolinggo diagunkan ke salah satu bank tanpa izin dari dirinya. Selain itu, tambah Dian, mobil Avanza atas dirinya dengan nopol N 2205 LN  juga dijual oleh Hasan Aminudin tanpa izin dia. "Mobil itu dijual pada saat hubungan kami tidak harmonis lagi dan mendekati perceraian," tuturnya.

Awalnya ungkap Dian, dirinya tidak ingin kasus ini hingga ke proses hukum. Pihaknya sudah berusaha melakukan pendekatan dengan cara kekeluargaan. "Ternyata kami malah dilaporkan ke Polwiltabes Surabaya dengan laporan penggelapan mobil Inova," tutur Dian.

Tak hanya itu, rumah Dian dilepari bom bondet pada 15 November 2008 lalu. Dian Prayuni dan suami barunya saat itu, Adheng meyakini pelaku berasal dari Probolinggo. Percobaan pembunuhan yang sempat dialaminya diduga berlatar belakang cemburu.

Ada pihak-pihak yang dikatakan Adheng tidak menginginkan dirinya bersanding sebagai suami-istri dengan Dian Prayuni.  Namun, dua kasus di atas akhirnya tak jelas jeluntrungannya, hingga akhirnya terkuak bahwa Hasan menikahi Puput Tantriana di tahun yang sama dengan tahun perceraiannya dengan Dian.

 

Istri Dikader Jadi Pengganti

Sosok Hasan yang telah mengakar kekuasaannya di daerah yang beribu kota Kraksaan itu, menjadikan pria yang karib disapa Bindereh Hasan tersebut dengan mudah mendorong istrinya maju menjadi bupati. Tantriana sendiri bukan sosok yang memiliki ikatan darah dengan Probolinggo. Pasalnya, dia lahir dan besar di Ponorogo, Jawa Timur. Pendidikan dasarnya dihabiskan di Ponorogo.

Dia bersekolah di SDN Baosan Lor 1 Ponorogo pada 1989 sampai 1995. Kemudian lanjut ke SLTPN 4 Ponorogo sampai 1998. Pendidikan menengah atasnya dijalani di SMUN 2 Ponorogo, lulus pada 2001. Kemudian, saat menempuh bangku pendidikan di S1, infonya simpang siur.

Akhirnya, saat mencalonkan diri di Pilkada Probolinggo, dia didaftarkan tanpa almamater mahasiswanya.

Sebelum menikah dengan Hasan Aminuddin dan menjadi Bupati Probolinggo, Tantriana pernah bekerja sebagai staf di BPD Jatim pada 2004 sampai 2008 silam.  

Seperti suaminya, Tantri juga menjabat Bupati Probolinggo selama dua periode. Ia menjabat Bupati Probolinggo sejak usia 30 tahun pada 2013 lalu.

Dalam pemilihan yang digelar pada 8 November 2012 lalu itu terdapat tiga pasangan calon, yakni Tantri Hasan Aminuddin-Timbul Prihanjoko (Hati), Salim Qurays-Agus Setiawan (Bagus), dan Kusnadi-Wahid Nurrahman (Kawan). Hasan Aminuddin tak bisa mengikuti pemilihan karena sudah menjabat sebagai bupati selama dua periode.

Salim Qurays masih tercatat sebagai wakil bupati. Adapun Kusnadi adalah mantan sekda yang pensiun pada April 2012 lalu. Tantri bersama Timbul Prihanjoko dilantik pada 20 Februari 2013. Dalam rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan suara, pasangan Hati memperoleh suara 250.892 (40,71 persen), pasangan Bagus 190.702 suara (30,95 persen), dan Kawan meraih suara 174.596 (28,34 persen). Total suara sah mencapai 616.190 suara atau sekitar 73,10 persen. Dari total 629.274 suara yang masuk, 13.084 suara dinyatakan tidak sah dengan persentase kehadiran mencapai 74,65 persen.

Dengan demikian, dari daftar pemilih tetap (DPT) di Kabupaten Probolinggo sebanyak 842.890 pemilih, sebanyak 26,89 persen atau 213.616 pemilik suara dinyatakan golput. Pada Pilkada 2018 lalu, Tantri dan Timbul kembali maju melawan pasangan Malik Haramain-Muzayyan.

Tantri kembali menang dan terpilih menjadi bupati untuk periode kedua. Pasangan Tantri-Timbul (Hati) memperoleh 345.473 suara, sementara Malik-Muzayyan memperoleh 254.337 suara. arf/ham/erk/wn/ril/cr2/rmc