RSSA Kota Malang Tambah Daya Tampung Pasien Covid-19

Tangkapan layer daya tamping di RS dr Saiful Anwar (RSSA). SP/ DECOM

SURABAYAPAGI.com, Malang - RS dr Saiful Anwar (RSSA) menambah sebanyak 30 bed untuk penanganan pasien. Khususnya yang diduga terpapar Covid-19. Sebelumnya viral daya tampung RSSA penuh hingga pasien meluber di IGD, Selasa (22/12/2020).

Kasubbag Humas RSSA Dony Iryan Vebri Prasetyo mengatakan penambahan tempat tidur sudah dilakukan untuk menambah daya tampung pasien. Jika sebelumnya direncanakan menambah 53 bed, RSSA baru dapat menambah 30 bed saja.

"Saat ini operasional 113 bed, setelah dilakukan penambahan 30 bed, dulunya 83 bed," ujar Dony.

Dony mengaku awalnya direncanakan penambahan sebanyak 53, akan tetapi baru bisa terealisasi sebanyak 30 bed saja. Karena pihaknya harus menunggu penggunaan ruang fasilitas lain.

"Target memang 53 bed, tapi masih mengkondisikan lainnya. Penambahan dari memanfaatkan ruang perawatan lain, yakni ruang HD VIP berkapasitas 10 bed, ruang 26 kapasitas 20 bed, dan ruang 26 lantai 2 dengan kapasitas 23 bed. Khusus ini ruang ini dalam persiapan dan cadangan Covid-19," beber Dony.

Seperti diberitakan, viral di media sosial twitter, soal unggahan foto membludaknya pasien Covid-19 di RS dr Syaiful Anwar (RSSA) Kota Malang.

Foto tersebut diunggah oleh akun twitter @sociotalker dan diduga diambil dari rekaman CCTV ruangan IGD. Dalam foto tersebut terlihat IGD sedang penuh dengan pasien sementara beberapa orang dengan menggunakan pakaian hazmat lengkap tengah memberi perawatan.

Pihak RSSA pun memberi penjelasan terkait unggahan tersebut. "Kami dari RSSA belum bisa memastikan sumber foto-foto tersebut. Akan tetapi jika lihat dari kondisi, gambar yang ada, sangat menyerupai IGD Incovid kami," ungkap Dony.

Donny mengungkapkan, bahwa dalam beberapa hari terakhir okupansi pasien di IGD in Covid-19 RSSA memang cukup tinggi. Jumlahnya lebih dari 85 persen, hingga membuat ruang perawatan sering penuh.

Lebih jauh, Donny menyebut ketika ruang perawatan penuh, maka pasien yang baru masuk tentu tak bisa dipindahkan ke ruang perawatan.

Akibatnya, sejumlah pasien memang tertahan di IGD dan dilakukan perawatan di tempat, bahkan sampai meluber. RSSA sudah melakukan antisipasi dengan memodifikasi kapasitas IGD in Covid-19 yang sebelumnya hanya berkapasitas 20 bed menjadi 30 bed.

"Selain itu, kami juga memodifikasi ruang-ruang di sekitar IGD in COVID-19 untuk merawat pasien," ungkapnya. Dsy9