Vaksinasi di Trenggalek Sebabkan Kerumunan

Vaksinasi massal di Gedung Serbaguna Kelutan Trenggalek.

SURABAYAPAGI.COM, Trenggalek - Antusiasme warga dalam mengikuti vaksinasi massal di Gedung Serbaguna Kelutan Trenggalek terlihat sangat tinggi. Bahkan saking tingginya, vaksinasi tersebut menyebabkan kerumunan warga.

Tingginya animo masyarakat Trenggalek membuat petugas kewalahan mengatur masyarakat yang datang. Petugas Kodim 0806 Trenggalek berulang kali meminta masyarakat untuk mengantre dengan tertib dan jaga jarak. Namun hal itu diabaikan warga.

Warga tetap berjubel dan berdesakan untuk mendapatkan nomor antrean vaksin. Akhirnya petugas gabungan langsung bergerak untuk menambah lokasi vaksin di gelanggang olahraga, yang lebih luas dan representatif.

Kasi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Trenggalek Joko Nugroho mengakui tingginya animo masyarakat tersebut. Menurutnya hal itu di luar prediksi petugas.

"Ini sebetulnya semula dilaksanakan oleh TNI di Gedung Serbaguna dengan sasaran 420 orang, untuk dosis dua AstraZeneca. Ternyata antuasiasme masyarakat begitu besar," jelas Joko Nugroho, Selasa (24/8/2021).

Melihat kondisi itu, dinas kesehatan berencana menambah 1.000 vaksin untuk dosis pertama. Namun kondisi di gedung tersebut tidak memadai, sedangkan masyarakat yang datang semakin banyak.

"Sehingga kami harus tanggap, jangan sampai masyarakat kecewa. Kami sepakat untuk menambah jumlah vaksin dan mencari lokasi lain untuk tempat vaksinasi," jelasnya.

Untuk memecah kerumunan massa, petugas mengalihkan pemberian vaksin dosis pertama ke GOR baru di Jalan Brigjen Soetran, Trenggalek. Sedangkan penyuntikan vaksin dosis kedua tetap dilakukan di gedung serbaguna.

Joko melanjutkan, untuk melayani seribu lebih vaksinasi tersebut, pihaknya menerjunkan 11 tim vaksinator. Mereka dibagi di dua tempat. "Tiga tim kami tugaskan di gedung serbaguna dan delapan tim di GOR baru," imbuhnya.

Meskipun telah menyediakan lokasi tambahan, dinas kesehatan tidak mampu melayani seluruh masyarakat yang datang, karena keterbatasan vaksin dan tenaga vaksinator.

"Saat ini sudah kami setop, tapi masyarakat yang datang masih ada. Mereka kami minta untuk mengikuti vaksin tahap berikutnya," imbuh Joko.