menu.jpg
 
Diundang Rapat Penting, Risma Malah Cabut ke Malang

SURABAYA – Sikap Walikota Surabaya Tri Rismaharini betul-betul tidak bisa ditiru oleh pejabat lainnya. Pasalnya, kemarin (7/10) ketika diajak untuk duduk bersama membahas problem kemacetan kota Surabaya di DPRD Jatim, malah tidak hadir. Padahal undangan itu untuk kepentingan orang banyak dan yang mengundang adalah Gubernur Jatim bersama Panitia Khusus RTRW (Rencana Tata Ruang dan Wilayah) DPRD Jatim.

Bahkan informasinya, pada jam yang sama (pukul 14.00, red), walikota perempuan ini malah ngeloyor jalan-jalan ke Malang bersama pejabat-pejabat perempuan pemkot Surabaya.

Akibatnya, Pansus Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) DPRD Jatim marah kepada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Dia dianggap menyepelekan pembahasan tol tengah karena tidak hadir dalam rapat pansus RTRW di DPRD Jatim.
Pihak Pemkot Surabaya hanya diwakili oleh Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bapeko) Surabaya Hendro Gunawan. Padahal dalam rapat tersebut dihadiri Sekdaprov Jatim Rasiyo dan juga beberapa instansi Pemprov Jatim lainnya. “Kami kecewa, mengapa bu Risma tidak hadir, Wakil Wali Kota Surabaya Bambang DH juga tidak ada, padahal ini masalah serius,” kata ketua Pansus RTRW DPRD Jatim Sahat Tua Simanjuntak, kemarin.
Terlihat benar Sahat berkali kali meluapkan emosinya dengan nada keras. Dia menuturkan pada semua peserta rapat bahwa ketidak hadiran Risma tidak pada saat itu saja. “Kami sudah dua kali mengundang Wali Kota, tapi selalu tidak hadir tanpa ada alasan jelas,” katanya dengan nada tinggi.

Tak kalah dengan ketua Pansus RTRW, anggota pansus dari Partai Hanura Kuswanto juga sangat kecewa dengan ketidak hadiran Risma. Saat mengetahui Risma dan juga Bambang DH tidak hadir dalam rapat itu, ketua Fraksi Hanura Damai ini memilih walkout dari ruang rapat. Menurutnya tidak ada gunanya rapat tersebut sebab salah satu penanggungjawab dan pemegang keputusan tidak hadir. “Ketidak hadiran Risma cukup mengcewakan, karena hiruk pikuk tol tengah sudah menjadi perbincangan serius di masyarakat. Risma tidak bisa menempatkan masalah ini sebagai masalah serius dan ini menjadi kekecewaan kita,” katanya saat ditemui di ruang Fraksi Hanura Damai.

Meski Risma telah mewakilkan Kepala Bapeko, namun bagi Kuswanto tetap seorang wali kota harus hadir. Karena dia sebagai pemimpin yang harus pegang kendali kebijakan dan pemimpin harus memberikan keputusan. Terlebih lagi dalam rapat RTRW kali ini rencananya juga akan ada perdebatan tentang setuju tidaknya pembangunan tol tengah. “Saya tidak melihat ada tidaknya kepentingan lain sehingga Risma tidak hadir. Tapi lepas dari itu, Risma seharusnya bisa menempatkan masalah ini sebagai permasalahan serius dan menjadi perioritas,” tandasnya dengan intonasi tinggi.

Sementara itu, Kepala Bapeko Surabaya Hendro Gunawan tidak menyebutkan kalau Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini tidak bisa hadir karena sedang ngelencer ke Malang. Tapi Hendro mengatakan, walikota sedang ada pertemuan di kantor KPK terkait updating aset Pemkot Surabaya. “Saya hanya dapat disposisi untuk menghadiri rapat RTRW di DPRD Jatim,” kelit Hendro. Padahal, menurut pantauan Walikota Tri Risma sejak pagi hingga siang kemarin ada di kota Surabaya sebelum akhirnya menuju Malang bersama pejabat-pejabat perempuan. rko

Berita lainnya
Megawati Lamban
Dewan Tolak Pengadaan Seragam Batik
Dinsos Perketat UPT Rehabilitasi ...
Jatim Darurat Bencana Kekeringan
Hari ini, Pimpinan DPRD Surabaya d...
Ketua Banggar Batal dipilih Anggota
DPRD Susun Tatib Ajak KPU
Belum Laporan, Ajari Pejabat Bikin...
PDI-P Kisruh, Penetapan Ketua DPRD...
Dinilai Merakyat Gus Ipul Raih Wre...
Kali Keempat Pemprov Jatim Raih ...
PDIP Tolak Ketua Banggar Dipilih A...
Jatim Tawarkan Kerjasama dengan Je...
Pansus Ngebut Bahas Tata Tertib
Bukti Provinsi Jatim Penuhi Layana...
Copyright © 2012 surabayapagi.com
  Kontak | Tentang Kami | Kode Etik | Disclaimer | RSS Feed  | User Online :  81