Rekor: Jalani Tradisi Thudong, 32 Biksu Jalan Kaki dari Thailand ke Candi Borobudur

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Momen 32 biksu menjalankan tradisi Thudong dengan berjalan kaki dari Thailand ke Candi Borobudur. SP/ SBY
Momen 32 biksu menjalankan tradisi Thudong dengan berjalan kaki dari Thailand ke Candi Borobudur. SP/ SBY

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menjelang hari Waisak pada 4 Juni 2023 mendatang, sebanyak 32 biksu menjalankan tradisi Thudong dengan berjalan kaki dari Thailand ke Candi Borobudur. Peristiwa tersebut pun memecahkan rekor perayaan terbesar dan perjalanan terpanjang.

Rencananya pada Selasa (30/05/2023) mendatang, rombongan biksu ini telah sampai di Kota Magelang dan pada Rabu (31/05/2023) sudah memasuki kawasan Borobudur.

Para biksu yang berjalan kaki ini dari Thailand terdiri dari 27 biksu asal Thailand, empat biksu dari Malaysia, dan satu biksu dari Indonesia. Tradisi thudong ini diawali dari Nakhon Si Thammarat, Thailand pada 23 Maret lalu dan finish di Candi Borobudur saat Waisak.

"Kalau yang perjalanan dari Thailand tanggal 23 Maret 2023. Kemudian dari sana jalan akan sampai Borobudur. Rencana mereka target ke Borobudur, perayaan Waisak, jadi targetnya begitu," kata Bhikkhu Dhammavuddho, dikutip Minggu (14/05/2023).

Diketahui, jalan kaki yang dilakukan para biksu atau bhante di sepanjang puluhan ribu kilometer itu merupakan perjalanan religi. Mereka berjalan dari satu tempat ke tempat yang lain untuk membangun rasa persaudaraan dan perdamaian umat manusia di dunia.

Bhikkhu Dhammavuddho menjelaskan sebelum sampai di Candi Borobudur, rombongan biksu ini akan singgah di Vihara Budhi Asih (Jatibarang), Yayasan Setia Bakti Losari (Losari), Kelenteng Tjeng Gie Bio Ulujami (Pemalang).

Kemudian, kediaman Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya Pekalongan, Vihara Adi Dharma (Semarang), Vihara Buddha Jayanti Wungkal Kasap (Semarang), Kelenteng Hok Tik Bio (Ambarawa), dan Kelenteng Liong Hok Bio (Magelang).

Dilansir dari unggahan akun Instagram Young Buddhist Association (YBA) of Indonesia, para biksu itu akan melewati empat negara, yakni Thailand, Malaysia, Singapura, dan Indonesia.

Perjalanan para biksu ini menempuh kapal dari Singapura ke Batam, kemudian dilanjut dari Batam ke Jakarta dengan pesawat. Lalu dari Jakarta ke Kota Magelang ditempuh dengan jalan kaki.

"Jadi, sehari cuman sekali makan, melatih kesabaran dengan bayangkan capek, sehari bisa berjalan minimal 30 km, 25-30 km. Kemudian mereka makan cuman satu kali dan panas, tutupnya pakai payung dan tinggal seadanya," terangnya.

Perjalanan para biksu ini merupakan salah satu praktik dalam ajaran Buddha Gautama. "Zaman Sang Buddha dulu nggak ada vihara. Zaman dulu, namanya pertapa mereka tinggal di tiga tempat, dalam ajaran disebutkan tiga tempat yakni, pertama di bawah pohon, kedua di tempat orang meninggal (tempat pembakaran mayat atau makam) dan ketiga, ruangan yang kosong," terang dia.

"Ruangan yang kosong seperti gua, tempat yang kita bisa berteduh. Sekarang, tempat yang kosong digantikan vihara, jadi ini tiga tempat para biksu ini bisa tinggal di situ," sambungnya.

Apa itu Tradisi Thudong?

Melansir situs Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI), thudong adalah perjalanan ritual para bhante yang dilakukan dengan berjalan kaki ribuan kilometer. Untuk diketahui, bhante adalah nama panggilan bagi seorang biksu.

Tradisi thudong merupakan ritual keagamaan bagi umat Buddha yang dilakukan dengan berjalan kaki atau dianggap juga sebagai ritual perjalanan spiritual. Seperti yang dilakukan oleh para bhante yang berjalan kaki dari Bangkok Thailand menuju Candi Borobudur.

Tradisi thudong tersebut tetap dilestarikan hanya dengan penyesuaian. Jika dulu para biksu keliling dari satu hutan atau desa, kini para biksu ini singgah di vihara.

"Di zaman modern sekarang, tradisi ini tetap dilestarikan, tetapi karena vihara sudah ada, semua sudah ada, jadi digeser menjadi satu rangkaian perjalanan misalnya dalam rangka Waisak. Ke tempat-tempat suci, sekarang masih ada di Thailand juga masih sering dilaksanakan, di India dan kemudian yang pertama di Indonesia yang saat ini," kata Bhikkhu Dhammavuddho, dikutip Minggu (14/05/2023).

Menurutnya, pengawalan maupun pengamanan para biksu ini berasal dari kalangan non-buddhis. Hal ini sebagai bentuk toleransi di Indonesia.

"Teman-teman dari pengaman internal dari panitia ini bukan dari umat Buddha. Jadi hebatnya yang jalan biksu, tapi yang ngawal ini adalah teman-teman non-buddhis, dari agama yang lain, kita bilang Muslim, ada juga dari Kristen," katanya.

Bhikkhu Dhammavuddho mengatakan pihaknya juga mengampanyekan toleransi yang ada di Indonesia. Hal ini dilakukan agar dunia mengetahuinya.

"Jadi kita sengaja viralkan biar dunia tahu bahwa Indonesia punya toleransi yang sangat baik. Kita tahu bahwa di Indonesia dengan muslim terbesar di dunia, tetapi negara Indonesia bukan seperti negara muslim di tempat yang lain. Bahwa Indonesia toleransi baik dan bisa memberikan contoh dan teladan bagi negara-negara lain bahwa di Indonesia seperti ini," ujarnya. dsy/dc/rpb/trb

Berita Terbaru

Pembangunan KDKMP Tercepat Nasional, Dandim Lamongan Paparkan Keberhasilannya di Hadapan Presiden dan Petinggi TNI

Pembangunan KDKMP Tercepat Nasional, Dandim Lamongan Paparkan Keberhasilannya di Hadapan Presiden dan Petinggi TNI

Rabu, 04 Feb 2026 19:11 WIB

Rabu, 04 Feb 2026 19:11 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Komandan Kodim 0812/Lamongan, Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo, terpilih mewakili Kodam V/Brawijaya, mendapatkan penghormatan…

Ini 5 Alasan Mengapa Spek iPhone 16 Pro Max Masih Sangat "Future-Proof" Hingga 5 Tahun ke Depan

Ini 5 Alasan Mengapa Spek iPhone 16 Pro Max Masih Sangat "Future-Proof" Hingga 5 Tahun ke Depan

Rabu, 04 Feb 2026 18:44 WIB

Rabu, 04 Feb 2026 18:44 WIB

SurabayaPagi.com :  Jika Anda sedang mempertimbangkan untuk memiliki iPhone terbaru, mengetahui harga iphone 16 pro max serta spesifikasinya sangat penting. …

Kejati Jatim Tahan Direktur PT Buana Jaya Surya Kasus Korupsi Pengadaan SMK

Kejati Jatim Tahan Direktur PT Buana Jaya Surya Kasus Korupsi Pengadaan SMK

Rabu, 04 Feb 2026 18:28 WIB

Rabu, 04 Feb 2026 18:28 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Upaya penegakan hukum terhadap praktik korupsi di sektor pendidikan kembali menunjukkan perkembangan signifikan. Kejaksaan Tinggi J…

PT Zam-Zam Klaim Sudah Urus Izin, Tapi Dokumen di SIMBG Belum ada Perubahan

PT Zam-Zam Klaim Sudah Urus Izin, Tapi Dokumen di SIMBG Belum ada Perubahan

Rabu, 04 Feb 2026 17:51 WIB

Rabu, 04 Feb 2026 17:51 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - PT Zam-Zam pengembang perumahan Grand Zam-Zam mengklaim pihaknya sudah mengajukan izin Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) untuk…

Korbinmas Baharkam Polri Perkuat Peran Bhabinkamtibmas di Wilayah Gresik

Korbinmas Baharkam Polri Perkuat Peran Bhabinkamtibmas di Wilayah Gresik

Rabu, 04 Feb 2026 16:46 WIB

Rabu, 04 Feb 2026 16:46 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Korbinmas Baharkam Polri terus mendorong penguatan peran Bhabinkamtibmas sebagai garda terdepan kepolisian dalam membangun hubungan y…

Rekomendasi Sepatu Puma Indonesia

Rekomendasi Sepatu Puma Indonesia

Rabu, 04 Feb 2026 16:39 WIB

Rabu, 04 Feb 2026 16:39 WIB

SurabayaPagi.com :  Puma adalah merek yang berasal dari Jepang dan kemungkinan besar sudah banyak dikenal oleh kalangan masyarakat Indonesia dengan terkenalnya …