Politisi Kritik Jalan Tol, Tanpa Akal Sehat

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Raditya M Khadaffi
Raditya M Khadaffi

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Saya baca pernyataan Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 1, Muhaimin Iskandar (Cak Imin) agak ngeri-ngeri sedap.

Politisi PKB ini mengatakan pembangunan jalan tol tidak bisa dinikmati semua golongan masyarakat. Termasuk tukang becak.

Saya tertawa sendiri. Tertawa terpingkal-pingkal. Seolah saat kampanye, politisi boleh omong saja. Termasuk omong asal bunyi. Omong tanpa referensi. Omong tanpa akal sehat.

Sebagai wartawan, saya sejak awal diajari menulis dan bicara gunakan akal sehat.

Seba, akal salah satu alat manusia untuk menjalani kehidupannya. Artinya, manusia akan terorganisir perilakunya jika ia mempunyai akal dan akalnya difungsikan sebagaimana semestinya.

Insyaallah kalau kita senantiasa mengarahkan akal kita untuk hal-hal yang dianjurkan oleh ajaran agama, maka kita termasuk orang-orang yang berakal.

Dikutip dari sejumlah sumber, tol sebenarnya singkatan dari Tax On Location.

Ini yang menjadi dasar mengapa pengendara dikenakan sejumlah tarif saat melintasi atau menggunakan jalan tol.

Akal sehat saya mengena tol memperlancar lalu lintas kendaraan.

Maklum, salah satu fungsi utama jalan tol adalah untuk memperlancar lalu lintas kendaraan.

Pemahaman akal sehat saya dengan memisahkan lalu lintas jalan tol dari jalan raya biasa, jalan tol dapat mengurangi kemacetan di jalan-jalan perkotaan. Pengalaman hidup saya, dengan jalan tol, memungkinkan pengendara untuk mencapai tujuan dengan lebih cepat dan efisien.

Akal sehat saya akhirnya mengakui ada karakteristik jalan tol dan jalan raya .

Menurut akal sehat saya, jalan raya memiliki karakteristik menurun, menanjak, dan berbelok. Ia memiliki banyak persimpangan. Sementara jalan tol cenderung lurus, menurun, menanjak, sedikit belokan dan tidak memiliki persimpangan jalan.

Dalam Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004, jalan, dibagi menjadi dua jenis, yakni berdasarkan fungsi dan jenisnya. Kemudian klasifikasi jalan raya berdasarkan fungsinya kembali terbagi menjadi 4, yaitu jalan arteri, jalan kolektor, jalan lokal, dan jalan lingkungan.

Biasanya, kita melewati jalan tol supaya lebih cepat sampai ke tujuan. Ini karena di jalan tol tidak ada persimpangan atau lampu lalu lintas. Realitanya, dimana pun di dunia, jalan tol hanya bisa dilewati oleh kendaraan roda empat, sehingga kendaraan bisa melaju lebih kencang.

Beda dengan jalan raya, digunakan untuk kendaraan bermotor, mobil, truk, sepeda, becak, dokar dan lain-lain.

Dan digunakan oleh masyarakat umum.

Jalan raya juga dibiayai oleh perusahaan negara. Tentu dari pajak. Penggunaannya diatur oleh undang-undang pengangkutan.

Permukaan jalan raya datar dan diperkeras.

Memiliki bahu jalan. Jalan raya sering memiliki zona kecepatan yang ditentukan.

 

*

 

Cak Imin melempar isu mengapa jalan tol tidak bisa dilalui becak?

Akal sehat saya bilang ini "politisasi" jalan tol sekaligus tukang becak. Masih menurut akal sehat saya, politisasi semacam ini mengandung konotasi negatif. Ada gambaran cara-cara berpolitik yang  sangat pragmatis.

Cak Imin mempolitisasi jalan tol dan tukang becak seolah akan diangkat menjadi kesepakatan umum. Cawapres nomor urut 1 ini dikenal seorang politisi.

Menggunakan akal sehat, ia mestinya suka  memusuhi kata "politisasi".

Akal sehat saya juga sering mengingatkan tidak ada jaminan  semua politisi benar-benar bebas dari politisasi.

Ini karena akal  bisa  bermanfaat untuk orang banyak.

Contoh orang yang tidak menggunakan akal sehat adalah pelaku kriminal.

Misal, maraknya kasus viral yang berhubungan dengan kasus-kasus kriminal.  

Maklum, kasus kriminalitas sering kali melibatkan keputusan yang tidak menggunakan akal sehat.  Kasus kriminalitas menurut akal sehat dapat berdampak serius pada individu dan masyarakat secara keseluruhan.

Menurut akal sehat saya orang atau politisi yang berakal sehat pasti bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang masuk akal dan tidak.

Menggunakan tolok ukur akal sehat, kritik memang dapat berupa penilaian terhadap kenyataan yang ada dan sedang dalam sorotan norma (Kwant, 1975: 19).

Konsep ini menunjukkan bahwa di dalam kritik harus ada norma-norma tertentu yang berfungsi sebagai dasar penilaian terhadap sesuatu yang kita hadapi. Dengan akal itu, seseorang bisa memikirkan semua urusan dunia, dari yang besar sampai yang kecil.

Khalid Ibnu Shafwan berkata, “Bila ada seseorang yang tidak bisa menjelaskan apa-apa, ia tidak ada bedanya dengan hewan ternak atau ia hanya berganti rupa."

Ha, ha, ha. Cak Imin, yuk, kita biasakan bicara rasionalitas. Kata kiai saya, akal sehat itu adalah pikiran yang baik dan normal. Sekaligus pikiran yang logis. Secara fisik, seseorang mesti bisa bekerja dengan baik dan sehat.

Praktis, akal yang sehat seorang politisi yang dapat memilih segala hal dengan cermat dengan pertimbangan. Saya mengenal politisi adalah  seseorang yang bisa menjadi penyambung suara rakyat, bukan bodohi rakyat. Iya atau iya Cak Imin. ([email protected])

Berita Terbaru

Korban Nyaris Bunuh Diri, Keluarga Desak Polresta Sidoarjo Tangkap dan Tahan Pelaku Pencabulan Remaja 17 Tahun

Korban Nyaris Bunuh Diri, Keluarga Desak Polresta Sidoarjo Tangkap dan Tahan Pelaku Pencabulan Remaja 17 Tahun

Selasa, 09 Jun 2026 15:55 WIB

Selasa, 09 Jun 2026 15:55 WIB

SURABAYAPAGI.com, ​Sidoarjo - Dugaan kasus pencabulan yang menimpa seorang remaja perempuan berusia 17 tahun kini menjadi sorotan tajam. Korban dilaporkan me…

Libatkan Banyak Pihak, Disdik Bojonegoro Berupaya Tangani Anak Tidak Sekolah

Libatkan Banyak Pihak, Disdik Bojonegoro Berupaya Tangani Anak Tidak Sekolah

Selasa, 09 Jun 2026 15:03 WIB

Selasa, 09 Jun 2026 15:03 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Melalui langkah pendataan, verifikasi lapangan, hingga penyusunan strategi penanganan, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten…

Kapolres Blitar Kota Pimpin Sertijab Kasat Lantas dan Penyerahan Jabatan Kapolsek Ponggok

Kapolres Blitar Kota Pimpin Sertijab Kasat Lantas dan Penyerahan Jabatan Kapolsek Ponggok

Selasa, 09 Jun 2026 14:54 WIB

Selasa, 09 Jun 2026 14:54 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Tepat tanggal 9 Juni 2026, Kapolres Blitar Kota AKBP.Kalfalris Triwijaya Lalo S.IK.M.IK melantik dua jabatan di jajaran Polres…

Lupa Matikan Teko listrik Berujung Rumah Terbakar, Kerugian Capai Ratusan Juta

Lupa Matikan Teko listrik Berujung Rumah Terbakar, Kerugian Capai Ratusan Juta

Selasa, 09 Jun 2026 14:50 WIB

Selasa, 09 Jun 2026 14:50 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Lagi peristiwa kebakaran di wilayah Blitar Raya terjadi, kali ini (Selasa 9 Juni 2026) dini hari tadi, terjadi di rumah milik  Joko …

Perkuat Pemberantasan Cukai Ilegal, Wali Kota Ingatkan Aparat untuk Lakukan Pendekatan Humanis

Perkuat Pemberantasan Cukai Ilegal, Wali Kota Ingatkan Aparat untuk Lakukan Pendekatan Humanis

Selasa, 09 Jun 2026 14:05 WIB

Selasa, 09 Jun 2026 14:05 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menekankan pentingnya pendekatan humanis dalam pelaksanaan tugas penegakan peraturan daerah t…

Demi Akses BBM Subsidi, Pemkab Pamekasan Percepat Perizinan Kapal Nelayan

Demi Akses BBM Subsidi, Pemkab Pamekasan Percepat Perizinan Kapal Nelayan

Selasa, 09 Jun 2026 13:56 WIB

Selasa, 09 Jun 2026 13:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Pamekasan - Guna memastikan seluruh aktivitas perikanan berjalan sesuai aturan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan terus mempercepat…