Alhamdulillah Petani Sumringah, Harga Gabah Kering Meroket

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi. Para petani tengah memanen padinya di sawah. SP/ JKT
Ilustrasi. Para petani tengah memanen padinya di sawah. SP/ JKT

i

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Hasil panen gadu 2023 berupa gabah giling (GKG) membuat para petani raup untung banyak. Pasalnya harga GKG ditingkat petani saat  ini di kisaran Rp 8.600 per kilogram. Harga itu jauh lebih tinggi dibandingkan harga pembelian pemerintah (HPP). 

Sementara, untuk HPP GKG di penggilingan hanya Rp 6.200 per kilogram dan HPP GKG di gudang Perum Bulog Rp 6.300 per kilogram. Harga gabah saat ini pun mengalami kenaikan signifikan dibandingkan saat puncak panen gadu pada September 2023, yang mencapai Rp 7.500–Rp 8.000 per kilogram. 

‘’Petani yang jual gabahnya sekarang ada keuntungan,’’ beber Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Cirebon, Tasrip Abu Bakar, Rabu (17/01/2024).

Kini, para petani telah menjual sebagian besar gabahnya saat baru panen untuk kebutuhan sehari-hari. Mereka hanya menyimpan sekitar 20 persen untuk persiapan kebutuhan musim tanam rendeng. 

Lantas, gabah simpanan petani hanya diserap oleh tengkulak dan pabrik penggilingan lokal. Kondisi itu berbeda dibandingkan saat panen raya. Gabah milik petani Cirebon menjadi buruan para tengkulak dari luar daerah.

Tasrip menjelaskan, tingginya harga gabah, yang disebutnya tertinggi dalam 10 tahun terakhir, dipengaruhi oleh fenomena El Nino. Fenomena cuaca itu menimbulkan kekhawatiran terhadap dampaknya pada stok pangan.

Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengaku terus mendorong petani melakukan percepatan tanam guna memaksimalkan musim hujan demi menjaga stok ketersediaan pangan, terutama padi dan jagung. 

Untuk itu, Amran menggiatkan penggunaan teknologi berupa alat dan mesin pertanian (alsintan) untuk mengoptimalkan percepatan tanam para petani. Pasalnya, menurutnya menanam padi secara manual berdampak pada penurunan produksi. Ia membandingkan penggunaan teknologi memangkas waktu penanaman antara 20 menit dan 20 hari.

“Bandingkan satu hanya 20 menit, sementara satu lagi 20 hari. Kematangan padi tidak sama, akhirnya kita kehilangan 20 persen dari total produksi. Bila kita produksi 50 juta ton, berarti kita berpotensi kehilangan produksi sebanyak 10 juta ton,”  kata Amran.

Selain rice transplanter, Kementerian Pertanian tengah menggiatkan penggunaan combine harvester. Alsintan yang digunakan untuk panen memiliki tiga fungsi, yaitu sebagai alat panen, alat perontok padi, juga sebagai alat pembajak sawah.

“Penggunaan combine harvester bisa menurunkan biaya produksi dari Rp 12 juta menjadi Rp 4-5 juta,” kata Amran.

Amran juga memastikan ketersediaan pupuk dan telah mengusulkan penambahan anggaran untuk subsidi pupuk dan sudah disetujui oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). jk-01/dsy

Berita Terbaru

Suhu Ekstrem Landa Indonesia, Masyarakat Diimbau Cermat Pilih Pendingin Ruangan

Suhu Ekstrem Landa Indonesia, Masyarakat Diimbau Cermat Pilih Pendingin Ruangan

Sabtu, 25 Jul 2026 10:56 WIB

Sabtu, 25 Jul 2026 10:56 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi lonjakan suhu drastis yang melanda sejumlah wilayah Indonesia…

Dinilai Lakukan Kebohongan Publik, Pedagang Pasar Bakal Laporkan Kuasa Hukum Pemkot Madiun

Dinilai Lakukan Kebohongan Publik, Pedagang Pasar Bakal Laporkan Kuasa Hukum Pemkot Madiun

Jumat, 24 Jul 2026 21:32 WIB

Jumat, 24 Jul 2026 21:32 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Paguyuban Pedagang Pasar Seluruh Kota Madiun (P3SKM) menilai keterangan kuasa hukum Pemerintah Kota Madiun, Ika Puspitaria, dalam p…

Sidang Maidi, Rofieq Minta Rochim Hapus Video Yang Berjudul "Menguak Siapa Raja Proyek di Kota Madiun"

Sidang Maidi, Rofieq Minta Rochim Hapus Video Yang Berjudul "Menguak Siapa Raja Proyek di Kota Madiun"

Jumat, 24 Jul 2026 21:30 WIB

Jumat, 24 Jul 2026 21:30 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menampilkan bukti percakapan WhatsApp antara antara terdakwa Rochim R…

Tuan Rumah Adu Wani Wali Kota Cup 2026, IBCA BFC MMA Kota Madiun Turunkan 35 Atlet Bidik Juara Umum

Tuan Rumah Adu Wani Wali Kota Cup 2026, IBCA BFC MMA Kota Madiun Turunkan 35 Atlet Bidik Juara Umum

Jumat, 24 Jul 2026 21:25 WIB

Jumat, 24 Jul 2026 21:25 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – IBCA BFC MMA Kota Madiun menurunkan 35 atlet untuk memburu gelar juara umum pada ajang Adu Wani Wali Kota Cup 2026. Kejuaraan MMA p…

Rampungkan Pemeriksaan Saksi, Kejaksaan Mulai Hitung Kerugian Kasus Tunjangan DPRD Ponorogo 

Rampungkan Pemeriksaan Saksi, Kejaksaan Mulai Hitung Kerugian Kasus Tunjangan DPRD Ponorogo 

Jumat, 24 Jul 2026 21:22 WIB

Jumat, 24 Jul 2026 21:22 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo- Kejaksaan Negeri (Kejari) Ponorogo tancap gas untuk merampungkan penanganan perkara dugaan tindak pidana korupsi penentuan dan…

Hakim Minta Sujarno Jadi Tersangka di Sidang Korupsi Tanah Kas Desa Jenangan Ponorogo

Hakim Minta Sujarno Jadi Tersangka di Sidang Korupsi Tanah Kas Desa Jenangan Ponorogo

Jumat, 24 Jul 2026 21:10 WIB

Jumat, 24 Jul 2026 21:10 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya- Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya mendesak Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Ponorogo untuk…