Genjot Swasembada Padi dan Jagung, Kementan Anggarkan APBN Rp 7,74 Triliun

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menggelar tanam padi serentak di Kecamatan Trimurjo, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung. SP/ Dok Kementan
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menggelar tanam padi serentak di Kecamatan Trimurjo, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung. SP/ Dok Kementan

i

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Dalam rangka mewujudkan swasembada pangan bagi Indonesia, Kementerian Pertanian (Kementan) berupaya meningkatkan meningkatkan hasil produksi tanaman padi dan jagung dengan menyiapkan anggaran sebesar Rp 7,74 triliun dari pagu APBN 2024.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyampaikan, refocusing anggaran yang dilakukan untuk meningkatkan produktivitas pertanian tidak mengubah total pagu dan komposisi anggaran Kementerian Pertanian.

"Agar target 32 ton beras tercapai Kementerian Pertanian melakukan refocusing anggaran sebesar Rp 7,74 triliun untuk mendukung akselerasi peningkatan produksi padi dan jagung," jelas mentan Amran, Kamis (14/03/2024).

Dia menyebut telah terjadi pengalihan anggaran Kementan ke Badan Karantina Indonesia sebesar Rp 1,19 triliun, maka total pagu Kementan tahun 2024 menjadi Rp 13,56 triliun.

Dia merinci pagu lokasi anggaran per eselon 1 di antaranya Sekretariat Jenderal Kementan Rp 1,27 triliun; Inspektorat Jenderal Rp 124,24 miliar, Ditjen Tanaman Pangan Rp 4,17 triliun; Ditjen Hortikultura Rp 432,64 miliar.

Selanjutnya Ditjen Perkebunan Rp 710,69 miliar; Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Rp 929,99 miliar; Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian Rp 4,02 triliun; Badan Standardisasi Instrumen Pertanian 923,43 miliar; Badan PPSDM Pertanian Rp 945,91 miliar; Badan Karantina Indonesia Rp 33,3 miliar.

Lebih lanjut, Amran mengungkapkan bahwa, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) produksi beras nasional diperkirakan mengalami penurunan per tahunnya. Produksi pada pada 2018 sempat mencapai 34 juta ton lalu turun menjadi 31 juta ton dari 2019-2023.

Sedangkan, kebutuhan beras secara nasional pada 2023 tercatat sebesar 30 juta ton, sedangkan 2024 sebesar 31 juta ton dan 2025 diperkirakan sebesar 32 juta ton.

Sehingga, pihaknya akan mentarget produksi komoditas utama di tahun 2024 yakni beras 32 juta ton; jagung 16,6 juta ton; kedelai 0,30 juta ton; cabe 3,05 juta ton; bawang merah 1,74 juta ton; bawang putih 45,91 ribu ton.

Lalu, kopi 818 ribu ton; kakao 694 ribu ton; tebu 39,45 juta ton, kelapa 2,9 juta ton; daging sapi/kerbau 405,44 juta ton; dan daging ayam 4 juta ton.

Dalam kesempatan itu, Mentan juga memastikan penambahan pupuk subsidi dari yang tadinya 4,7 juta ton menjadi 9,55 juta ton sudah mendapat persetujuan dari semua pihak, termasuk dari hasil rapat terbatas DPR maupun dari Kementerian Keuangan.

"Ini kabar baik untuk petani dalam ratas (rapat terbatas) dan rakortas (rapat koordinasi terbatas) dinaikkan dari 4,7 juta ton menjadi 9,55 juta ton. Bapak Presiden sudah disetujui, Menteri Keuangan juga sudah setuju. Tinggal kita menunggu SK-nya saja," kata Amran.

Hanya saja, kata Mentan, petani perlu bersabar karena saat ini Surat Keputusannya belum dikeluarkan. Selain pupuk, Amran memastikan pemerintah juga sudah menyetujui anggaran belanja tambahan (ABT) sebesar Rp 5,8 triliun untuk mengantisipasi dampak El Nino melalui program solusi cepat seperti pompanisasi dan perbenihan. jk-01/dsy

Berita Terbaru

Sambangi Media Center Mojokerto, AKBP Herdiawan Pamitan Mutasi ke Polda Jatim

Sambangi Media Center Mojokerto, AKBP Herdiawan Pamitan Mutasi ke Polda Jatim

Sabtu, 17 Okt 2026 12:27 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 12:27 WIB

  SURABAYA PAGI.com, Mojokerto, – Mantan Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Herdiawan Arifianto, S.H., S.I.K., M.H., berpamitan kepada wartawan yang tergabung da…

Penjaga Parkir di Surabaya Terima Bantuan Bedah Rumah, Nur Fadillah: Terima Kasih Pak Prabowo

Penjaga Parkir di Surabaya Terima Bantuan Bedah Rumah, Nur Fadillah: Terima Kasih Pak Prabowo

Sabtu, 17 Okt 2026 11:47 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 11:47 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Harapan Nur Fadillah untuk memiliki rumah yang layak huni mulai menemukan titik terang. Perempuan yang sehari-hari bekerja sebagai p…

Masjid Al-Millah Sidoarjo Menyalakan Obor Festival Dakwah 2 Non-Stop 24 Jam

Masjid Al-Millah Sidoarjo Menyalakan Obor Festival Dakwah 2 Non-Stop 24 Jam

Sabtu, 17 Okt 2026 10:10 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 10:10 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Masjid Al-Millah Sidoarjo menggelar acara gerakan memakmurkan masjid melalui ibadah mabit (bermalam di masjid) yang m…

DPR RI Bambang Haryo Dorong Batik Ecoprint Surabaya Tembus Pasar Internasional

DPR RI Bambang Haryo Dorong Batik Ecoprint Surabaya Tembus Pasar Internasional

Jumat, 16 Okt 2026 22:07 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 22:07 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Anggota DPR RI Bambang Haryo Soekartono mendorong pemerintah memperluas dukungan terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di S…

Perkuat Kesenian Reog, Ponorogo Dukung Barongan Blora Jadi ICH Extension UNESCO 

Perkuat Kesenian Reog, Ponorogo Dukung Barongan Blora Jadi ICH Extension UNESCO 

Jumat, 16 Okt 2026 19:11 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 19:11 WIB

SURABAYAPAGI.com, PONOROGO-Pemerintah Kabupaten Blora, Jawa Tengah menjalin kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, dalam pengusulan…

67 Juta UMKM, Sertifikasi SNI Masih Minim, DPR RI Soroti Keterbatasan Anggaran BSN

67 Juta UMKM, Sertifikasi SNI Masih Minim, DPR RI Soroti Keterbatasan Anggaran BSN

Jumat, 16 Okt 2026 18:32 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 18:32 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Rendahnya cakupan sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi tantangan d…