Tanam Kedelai Pakai Drone, Kadistan Jatim: Petani Hemat Biaya dan Waktu

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa telah menanam kedelai menggunakan drone di lahan seluas 3,5 hektar di Desa Dlemer, Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan.SP/Pemprov Jatim
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa telah menanam kedelai menggunakan drone di lahan seluas 3,5 hektar di Desa Dlemer, Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan.SP/Pemprov Jatim

i

SURABAYAPAGI, Surabaya - Modernisasi teknologi pertanian kian digiatkan oleh Provinsi Jawa Timur, khususnya teknologi drone. Petani di provinsi ini kini dapat memanfaatkan drone untuk menanam kedelai, sebuah metode baru yang jauh lebih efisien dibandingkan dengan cara tradisional.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur Dydik Rudy Prasetya menyebut, petani mulai menggunakan teknologi drone untuk metode sebar bibit kedelai. Sebelumnya, drone hanya sebatas penyemprotan pestisida (drone sprayer) dan penyebaran pupuk (done spreader).

"Namun, dengan inovasi terbaru, drone kini dapat membantu petani menanam benih kedelai dengan lebih cepat, hemat, dan merata," kata Dydik, saat dikonfirmasi Surabaya Pagi, Jumat, (26/1/2024).

Seperti yang diketahui, sebelumnya Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa telah menanam kedelai menggunakan drone di lahan seluas 3,5 hektar di Desa Dlemer, Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan.

Masih menurut Dydik, penggunaan drone untuk menanam kedelai memiliki banyak kelebihan dibandingkan dengan cara manual.

Jika dengan drone dapat menyelesaikan pekerjaan dalam waktu singkat, hanya 10-15 menit per hektare, dibandingkan dengan cara manual yang membutuhkan waktu seharian.

"Kalau dengan manual bisa menghabiskan waktu sampai 20 jam lebih, itu untuk lahan sekitar 1 hektar. Tapi kalau drone hanya membutuhkan waktu 15 menit per hektar," jelasnya.

Selian itu, dengan drone bisa menekan biaya operasional yang dikeluarkan untuk tenaga kerja, bahan bakar, dan pupuk. Bahkan, Benih kedelai yang disebarkan dengan drone juga lebih merata, sehingga diharapkan hasil panen akan lebih optimal.

"Dihitung-hitung bisa hemat 90%. Misalnya kala petani menanam manual dengan lahan 1 hektar, rata-rata mereka itu membutuhkan waktu 2 hari, kemudian dikali 10 orang kerja kurang lebih mengeluarkan biaya operasional Rp 2,5 Juta," ungkap Dydik.

"Tapi kalau dengan drone, cukup mengeluarkan biaya sewa drone sebesar Rp250 ribu," sambungnya.

Ia juga menyebut tujuan terciptanya inovasi teknologi pertanian ini untuk menjawab tantangan global yang kian modern dan memasuki era digitalisasi.

"Jaman terus akan berkembang dan diikuti dengan perkembangan teknologi, mau tidak mau kita harus mengikuti perkembangan teknologi, atau kita akan tertinggal," papar Dydik.

Tak hanya itu, menurutnya tenaga kerja di sector pertanian juga harus terus mengikuti perkembangan teknologi untuk upgrade keahliannya dalam penguasaan teknologi tertentu khususnya di bidang pertanian.

Meskipun metode ini terbukti efektif, ada beberapa tantangan yang perlu dihadapi dalam penggunaan drone untuk menanam kedelai. Salah satunya adalah akses internet yang tidak selalu tersedia di daerah pedesaan.

Kemudian, dengan tersedianya Sumber Daya Manusia (SDM) petani dalam mengoperasikan drone, biaya investasi awal, keselamatan, keamanan, serta peraturan dan izin penggunaan drone tersebut.

"Ada minusnya salah satunya di jaringan internet, kan di desa-desa akses Internet masih kurang memadai, termasuk juga dengan ketersediaan SDM yang bisa jadi mengoperasikan drone, " papar orang nomor satu di lingkup Dinas Pertanian dan KP Jatim itu.

Disisi lain, petani juga perlu di edukasi dan dilatih untuk dapat mengoperasikan drone dengan baik. Biaya investasi awal untuk membeli drone juga menjadi pertimbangan bagi para petani.

Kendati demikian, Pemprov Jatim terus berkomitmen untuk mendukung penggunaan drone di bidang pertanian. Sosialisasi dan edukasi kepada para petani akan terus dilakukan agar teknologi ini dapat dimanfaatkan secara maksimal.

"Teknologi drone ini akan terus kami disosialisasikan ke petani di seluruh Jatim, karena memang banyak sekali kelebihannya," pungkasnya.

Dengan demikian, diharapkan kedepan pemerintah juga turut andil dalam membantu petani dalam hal pendanaan dan pelatihan agar mereka dapat menggunakan drone dengan optimal.* Ain

Berita Terbaru

19 Sekolah Muhammadiyah di Gresik Raih Penghargaan atas Kenaikan Jumlah Murid

19 Sekolah Muhammadiyah di Gresik Raih Penghargaan atas Kenaikan Jumlah Murid

Minggu, 05 Apr 2026 16:27 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 16:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik - Sebanyak 19 sekolah Muhammadiyah di Kabupaten Gresik menerima penghargaan atas keberhasilan meningkatkan jumlah peserta didik secara…

Daop 7 Madiun Catat Enam Gangguan Perjalanan KA Selama Angkutan Lebaran 2026

Daop 7 Madiun Catat Enam Gangguan Perjalanan KA Selama Angkutan Lebaran 2026

Minggu, 05 Apr 2026 15:00 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 15:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Selama masa Angkutan Lebaran 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun mencatat adanya enam kejadian gangguan…

Kurang Waspada! Motor dan Truk Adu Banteng, Pengendara Motor Tewas di TKP

Kurang Waspada! Motor dan Truk Adu Banteng, Pengendara Motor Tewas di TKP

Minggu, 05 Apr 2026 14:55 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:55 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Kecelakaan antara pengendara motor dan Truk Isuzu dengan adu banteng yang terjadi pada Minggu (5 April 2026) dini hari mengejutkan…

Kebijakan Pembatasan Belanja Pegawai 30 Persen dari APBD Akan Resmi Berlaku Tahun 2027

Kebijakan Pembatasan Belanja Pegawai 30 Persen dari APBD Akan Resmi Berlaku Tahun 2027

Minggu, 05 Apr 2026 14:23 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Terkait kebijakan pembatasan belanja pegawai maksimal 30 persen dari APBD akan resmi diberlakukan tahun 2027. Dimana, postur APBD…

Usai Santap Nasi Berkat Tahlilan, Puluhan Korban Diduga Alami Keracunan Muntah-Diare

Usai Santap Nasi Berkat Tahlilan, Puluhan Korban Diduga Alami Keracunan Muntah-Diare

Minggu, 05 Apr 2026 14:14 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:14 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Baru-baru ini viral, seusai menyantap nasi berkat tahlilan di Jalan Sido Kapasan Gang 10, Simokerto, Surabaya, sebanyak puluhan…

Warga Napis Bojonegoro Akhirnya Miliki Jembatan, Pasca Penantian Puluhan Tahun

Warga Napis Bojonegoro Akhirnya Miliki Jembatan, Pasca Penantian Puluhan Tahun

Minggu, 05 Apr 2026 14:06 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:06 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Setelah menanti selama puluhan tahun, akhirnya kini warga di perbatasan Bojonegoro dan Ngawi bisa bernapas lega lantaran…