Bullying di Sekolah, Apa yang Kau Cari, Kawan?

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Raditya M Khadaffi
Raditya M Khadaffi

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Baru saja terjadi kasus bullying siswa SMA oleh seniornya di Serpong, Tangerang Selatan.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dede Yusuf, meminta geng yang melakukan perundungan dibubarkan dan kasusnya dibawa ke ranah hukum.

"Bubarkan geng itu, sekolah harus tegas. Kalau perlu dibawa ke ranah hukum," pinta Dede, Senin (19/2/2024).

Seorang siswa SMA internasional di Serpong, Tangerang Selatan, sampai Selasa sore (20/2) masih dirawat di rumah sakit setelah diduga di-bully (perundungan) oleh seniornya yang merupakan geng sekolah.

Polisi menyebutkan ada luka memar hingga luka bakar di tubuh korban.

Kasus perundungan siswa SMA di Serpong, Tangerang Selatan ini, masih diselidiki. Polisi mendalami informasi soal keterlibatan anak artis  Vincent Rompies.

Secara etimologi, asal usul kata bullying berarti penggertak, yaitu seseorang yang suka mengganggu yang lemah.

Menurut Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA), bullying adalah penindasan atau risak (merunduk) yang dilakukan secara sengaja oleh satu orang atau sekelompok yang lebih kuat. Tindakan ini dilakukan terus menerus dengan tujuan untuk menyakiti.

Literasi yang saya baca, bullying adalah perilaku agresif yang berulang, disengaja, dan memiliki tujuan untuk menyakiti, merendahkan, atau mendominasi orang lain secara emosional, fisik, atau mental. Tindakan bullying bisa terjadi dalam berbagai konteks, seperti di sekolah, tempat kerja, lingkungan online (cyberbullying), atau di tempat umum.

Menurut UNICEF, ada tiga karakteristik perilaku bullying, yaitu disengaja, terjadi secara berulang-ulang atau untuk mendapatkan kekuasaan. Bukan itu saja, tindakan ini juga bisa dilakukan secara langsung maupun online.

Bullying online alias cyber bullying dapat terjadi lewat media sosial, pesan instan, email, dan platform lain yang memungkinkan adanya interaksi.

Tren yang mengkhawatirkan di era yang serba teknologi seperti sekarang ini adalah tindakan bullying yang marak di online. Contohnya, membuat video atau konten lainnya yang mengintimidasi seseorang lewat media sosial.

Hal yang membahayakan lagi perilaku bullying yang menyasar fisik seseorang. Tindakan ini meliputi memukul, mendorong, menggigit, menjambak, mencubit, dan mencakar.

Termasuk tindakan mengunci seseorang dalam ruangan, memeras dan merusak barang orang lain. Di sekolah, misalnya, perilaku bullying akan memberikan dampak buruk pada anak yang menjadi korban, pelaku, dan yang menyaksikannya.

Dampak ini bahkan tidak hanya terjadi sementara atau dalam jangka pendek, tetapi bisa terjadi jangka panjang.

Artinya, perilaku bullying di sekolah dapat merusak seluruh komunitas di sekolah itu sendiri. Pada individu, hal ini dapat menyebabkan masalah pada kesehatan serta perkembangan anak.

Kasus perundungan siswa SMA di Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel), yang diduga dilakukan oleh seniornya yang merupakan geng sekolah, ramai jadi pembahasan di media sosial. Polisi pun menyelidiki peristiwa yang viral disebut sebagai syarat masuk geng di sekolah tersebut.

Korban disebut merupakan calon anggota geng itu. Para calon anggota geng disebut harus melakukan beberapa hal untuk bisa bergabung, termasuk membelikan makanan hingga hal lain.

Saat itu, korban disebut diikat di tiang hingga dipukuli menggunakan balok kayu.

Beberapa siswa diduga ikut merekam aksi tersebut dan menertawakannya. Apa yang kau cari anak anak sekolah sampai SMA terhadap temanmu sendiri? ([email protected])

Berita Terbaru

Menteri Haji Ungkap Kendala Biaya Haji 2027, Tarif Penerbangan Saudia Airlines Masih Lebih Mahal 

Menteri Haji Ungkap Kendala Biaya Haji 2027, Tarif Penerbangan Saudia Airlines Masih Lebih Mahal 

Jumat, 25 Sep 2026 22:11 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 22:11 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan mengungkapkan pembahasan biaya penyelenggaraan ibadah haji 2027 masih berlangsung. S…

UNS Rebut Gelar Juara Beregu Campus League Badminton 2026 Usai Drama Tiga Set Lawan BINUS

UNS Rebut Gelar Juara Beregu Campus League Badminton 2026 Usai Drama Tiga Set Lawan BINUS

Jumat, 25 Sep 2026 21:11 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 21:11 WIB

SurabayaPagi, Bandung — Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta merebut gelar juara beregu Campus League Badminton 2026 - The Nationals setelah m…

Beredar Beras Bantuan Pangan Berubah Warna, Bulog Pastikan Tidak ada Beras Oplosan Seperti yang Diisukan

Beredar Beras Bantuan Pangan Berubah Warna, Bulog Pastikan Tidak ada Beras Oplosan Seperti yang Diisukan

Jumat, 25 Sep 2026 21:08 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 21:08 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan – Adanya peredaran beras bantuan pangan yang berubah warna di wilayah Semanding Tuban, langsung ditanggapi oleh Bulog Cabang B…

Pupuk Bersubsidi Jatim Masih Tersisa 557 Ribu Ton, Fraksi PDIP Dorong Pengawasan Ketat

Pupuk Bersubsidi Jatim Masih Tersisa 557 Ribu Ton, Fraksi PDIP Dorong Pengawasan Ketat

Jumat, 25 Sep 2026 20:44 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 20:44 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA - Penyaluran pupuk bersubsidi di Jawa Timur hingga 21 September 2026 baru mencapai 73,64 persen. Dari total alokasi 2.115.951 ton,…

Karyawan PT SPS di 5 Pabrik Gelar Doa Bersama Untuk para Korban Kecelakaan Kerja

Karyawan PT SPS di 5 Pabrik Gelar Doa Bersama Untuk para Korban Kecelakaan Kerja

Jumat, 25 Sep 2026 19:42 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 19:42 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Sebagai bagian dari duka atas tragedi kecelakaan pekerjaan yang menewaskan 4 karyawan dan 3 lainya masih perawatan, semua karyawan…

Empat Raperda Masuk DPRD, Aturan CSR Juga Ikut Diubah 

Empat Raperda Masuk DPRD, Aturan CSR Juga Ikut Diubah 

Jumat, 25 Sep 2026 19:21 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 19:21 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Pemkot Madiun ingin memperjelas peran forum yang mengoordinasikan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Untuk itu, Pemkot m…