Home / Peristiwa : Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2023

Kecerdasan Perempuan Lebih Tinggi dari Pria

author surabayapagi.com

- Pewarta

Selasa, 25 Jun 2024 19:59 WIB

Kecerdasan Perempuan Lebih Tinggi dari Pria

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Soal keuangan, tingkat literasi dan inklusi perempuan lebih tinggi dibandingkan dengan laki-laki.

Ini temuan survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2023 yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Badan Pusat Statistik (BPS).

Baca Juga: OJK Segera Bentuk Anti Scam Center

Dalam acara Edukasi Keuangan BUNDAKU OJK di Gedung Dhanapala, Jakarta Pusat, Selasa (25/6/2024), Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi menjelaskan berdasarkan survei tersebut, tercatat tingkat inklusi pada perempuan mencapai 76,08% sementara untuk laki-laki mencapai 73,97%. Sedangkan untuk tingkat literasi, pada perempuan mencapai 66,75% dan pada laki-laki mencapai 64,14%.

"Ini yang menarik sekali karena selama berapa tahun kita geber terus program untuk perempuan dan untuk pertama kali tingkat literasi dan inklusi perempuan lebih tinggi daripada bapak-bapaknya. Tapi itu memunculkan baru, karena kemudian muncul permintaan untuk program khusus bapak-bapak," kata wanita yang akrab Kiki.

 

Program Literasi Sasar Perempuan

Pada kesempatan yang sama, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar, menambahkan, ingin memperkuat literasi dan inklusi keuangan di masyarakat, terutama ibu. Apalagi digitalisasi sektor jasa keuangan telah melahirkan dampak yang merugikan seperti pinjol ilegal hingga judi online.

"Kita sering mendengar adanya korban pinjaman online ilegal, investasi bodong, dan belakangan kita dengar juga bagaimana pengaruh dari judi online dan lain-lain. Ini adalah kalau mau dikatakan 'anak haram' lah dari digital keuangan," kata Mahendra.

Baca Juga: OJK Bantah Bursa Karbon RI Sepi Peminat

 

Tingkat Kepatuhan Perempuan

Berdasarkan catatan angka penyaluran kredit hingga pembiayaan UMKM, lanjut Mahendra, tingkat kepatuhannya dan pengembaliannya jauh lebih tinggi apabila hal itu diberikan pada perempuan. Menurutnya, memberikan akses literasi dan inklusi kepada perempuan berarti juga menambah daya tahan resiliensi anggota keluarganya dan hal ini harus menjadi prioritas.

Maka itu, OJK  mendorong pelaksanaan berbagai program literasi dan inklusi yang menyasar perempuan, khususnya ibu. Salah satunya ialah program BUNDAKU (Ibu, Anak, dan Keluarga Cakap Keuangan). Menurutnya, ibu memiliki peran penting dalam mendorong edukasi keuangan di tingkat keluarga.

Baca Juga: Program Asuransi Wajib Kendaraan, OJK: Tunggu PP Terbit

 

 Bisa Terhindar Aktivitas Ilegal

Kiki menilai, program BUNDAKU sangat penting, apalagi dengan mengingat berbagai tantangan yang datang di era digital saat ini. Melalui langkah ini, harapan OJK, ibu dan keluarga bisa terhindar dari aktivitas ilegal seperti pinjaman online (pinjol) ilegal, investasi bodong, hingga judi online.

"Program ini untuk jawab tantangan yang sering dihadapi oleh masyarakat kita karena banyak sekali, terutama kaum ibu, yang kemudian kurang memahami produk jasa keuangan dan belum bisa memanfaatkan produk jasa keuangan dengan baik. Akhirnya, malah menjadi korban berbagai skema aktivitas ilegal baik itu pinjol ilegal, investasi ilegal dan berbagai aktivitas ilegal lainnya sehingga sangat merugikan masyarakat kita," harapnya. n jk/bc/erc/lit/rmc

Editor : Moch Ilham

BERITA TERBARU