Penertiban PPKM Darurat di Wilayah Kenjeran, Ricuh

Penertiban PPKM Darurat di Jalan Bhinneka Raya, Kenjeran ini berlangsung ricuh. Karena beberapa pelanggar merasa dilakukan sewenang-wenang oleh tiga pilar Kenjeran. (Foto: SP/anggadia)

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Niat baik tiga pilar Kenjeran untuk mensosialisasikan PPKM Darurat dan memburu pelanggar prokes di Jl. Bhinneka Raya (perbatasan suropati dan bulak banteng baru) mendapatkan perlawanan dari masyarakat.

Giat yang dilakukan Sabtu (10/7/2021) malam hingga Minggu (11/7/2021) dinihari tersebut berakhir ricuh. Warga yang tidak diterima ditertibkan berusaha untuk merusak mobil petugas. Pantauan Surabaya Pagi, masa aksi yang terprovokasi oleh beberapa oknum langsung meneriaki petugas dengan kata - kata kasar dan langsung melempar batu dan memukuli mobil operasional petugas.

Kejadian ini bermula ketika salah satu warung kedapatan masih buka melebihi waktu yang ditentukan oleh aturan PPKM Darurat. Petugas yang mendapati pelanggaran tersebut langsung menindak dengan tegas dengan memberikan sanksi penyitaan KTP dan Tabung LPG 3kg. "Polisi itu mengayomi pak gak gini", ujar salah satu warga dengan emosi.

Kerusuhan mulai merantak ketika jam menginjak pukul 21.57 WIB. Massa aksi terus berkumpul sambil meneriaki petugas. Petugas yang kalah jumlah langsung memutuskan untuk mundur. Salah satu petugas sempat mendapatkan pukulan di kepala hingga ditendang. "Saya sempat dipukul mas, ditendang karena di belakang mobil petugas", ujar Rizaldi salah satu relawan yang membantu giat.

Selain pemukulan terhadap petugas, massa aksi sempat melempari petugas dengan gelas mineral dan batu. Akibat kerusuhan ini dua mobil petugas harus mengalami kerusakan.

Menanggapi kerusuhan ini, Camat Kenjeran Henni Indriaty yang juga memimpin langsung di lapangan mengatakan bahwa ia menyayangkan sikap negatif dari masyarakat.

Namun dengan kejadian ini Camat Kenjeran beserta tiga pilar tidak akan berhenti untuk mensosialisasikan prokes. "Kita akan terus melakukan kegiatan sosialisasi ini karena kita peduli dengan kesehatan masyarakat, saya tidak ingin masyarakat di wilyah saya terpapar Covid 19", ujar Bu Camat didampingi Hanung Mardita selaku Kastib Kenjeran.

Henni menghimbau kepada masyarakat di wilayahnya agar tetap menjaga protokol kesehatan sehingga masyarakat tidak terpapar virus Covid 19. " Saya menghimbau supaya masyarakat menjaga prokes sesuai aturan pemerintah. sehingga warga bisa terus sehat." Tutup Camat Kenjeran. (ang/cr2/rmc)