Sehari, Pemkot Bisa Tracing Hingga Ratusan Orang

Para pemuda Karang Taruna (Kartar) melakukan pemeriksaan bagi warga yang akan masuk di Perkampungan Wonorejo. Pemuda Kartar juga dilibatkan untuk mentracing kontak erat pasien Covid-19. Foto: SP/Patrick Cahyo

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Terkait tindakan cepat menelusuri pasien Covid-19 di Surabaya, Kepala Badan Penanggulangan Bencana dan Perlindungan Masyarakat (BPB Linmas) Kota Surabaya, yang juga Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Surabaya, Irvan Widyanto bisa mentracing secara masif secara cepat sampai ratusan bahkan hingga ribuan setiap harinya.

"Kami melakukan tracing secara masif. Bisa dikalkulasi saja, misalnya satu kelurahan mampu mentracing 30 orang, ini ada 154 Kelurahan, bisa ratusan setiap harinya," ujar Irvan kepada Surabaya Pagi, Senin (13/7/2020).

Irvan mengatakan jika hampir setiap kelurahan setiap harinya bergerak secara masif dalam 24 jam untuk melakukan tracing.

 

Kooperatif Saat Ditracing

Dalam pelaksanaan tracing yang masif tersebut, Irvan mengaku pihaknya telah berkoordinasi dan menggerakkan Satgas Kampung Wani Jogo Suroboyo. "Kami sudah menggerakkan Satgas Kampung Wani Jogo Suroboyo, jadi sudah berkoordinasi sampai tingkat RT RW untuk melakukan tracing," kata pria mantan Kepala Satpol PP Kota Surabaya ini.

Irvan juga menambahkan jika sejauh ini warga Surabaya kooperatif dalam melaksanakan program tersebut, baik Satgas maupun warga yang akan dilakukan proses tracing. "Sejauh ini semuanya saya lihat kooperatif, kita sudah melakukan sosialisasi dengan baik. Warga juga bisa tahu informasi mengenai tracing dari RT atau RW nya," pungkasnya.

 

Telusuri Hingga Tetangga

Sementara itu, menurut Koordinator Bidang Pencegahan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya Febria Rachmanita, saat melakukan tracing, dibantu tim Satgas yang terdiri dari Satpol PP, Babinkambtimas, Linmas, hingga tingkat Kelurahan dan Satgas Jogo Kampung.

"Jadi, Puskesmas bisa melakukan analisa dari tracing yang dilakukan oleh satgas. Setelah itu tinggal men-treatment," kata Feny.

Feny mengatakan selama ini satu pasien COVID-19 saat ditracing ditemukan 25 orang kontak erat. Kini sudah bisa lebih banyak temuan dari tracing.

"Bahkan, saat ini satu pasien terkonfirmasi sudah bisa dilacak 50 orang yang kontak erat dengan pasien terkonfirmasi itu. Karena kami melakukan tracing tidak hanya keluarga, tapi juga tetangga hingga tempat kerjanya kita tracing. Ini sangat penting untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19 ini," jelasnya.

Proses tracing yang dilakukan saat ini, jika terdapat satu pasien terkonfirmasi, maka petugas tracing akan memetakan orang-orang yang pernah kontak. Seperti ring satu atau orang yang kontak erat dengan pasien yang akan langsung dites swab, bukan rapid test lagi.

Kemudian ring dua atau orang yang kontak namun tak terlalu erat. Mereka akan dilakukan rapid test terlebih dahulu, jika memiliki hasil reaktif maka akan langsung dilakukan tes swab. "Kenapa kami langsung tes swab orang yang kontak erat? Karena yang di ring satu ini resikonya lebih besar. Untuk ring dua jika hasil rapid test reaktif, maka langsung di tes swab," ujarnya.

Feny memastikan, masifnya tracing ini bukan hanya penambahan tim tracing dengan bantuan satgas itu, tetapj juga kekompakan dan solidaritas petugas dalam berkoordinasi dengan tim tracing di masing-masing wilayah. Seperti di wilayah Surabaya Utara ada warga yang terkonfirmasi yang kemudian bekerja di Surabaya Pusat.

"Maka tim tracing yang ada di Surabaya Utara langsung koordinasi dengan tim tracing di Surabaya pusat untuk melacak. Begitu seterusnya. Untuk saat ini yang paling banyak tracing memang Surabaya Pusat karena banyak perkantorannya," kata dia.

 

Alur Tracing

Alur tracing pasien Covid-19 sendiri, hingga proses informasi tes Swab positif yang langsung ditindak lanjuti, dijelaskan oleh Anggota Rumpun Tracing Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Jawa Timur dr Makhyan Jibril Al Farabi. "Jadi misalnya hari ini pengumuman data nasionalnya, itu nanti datanya dari pusat sudah ada di kabupaten / kota masing-masing. Itu artinya semua hasil swab di lab atau RS mana saja otomatis terlapor ke pusat. Jadi sudah link," ujar dr Jibril kepada Surabaya Pagi, Senin (13/7/2020).

dr Jibril melanjutkan, data yang sudah diterima tersebut diteruskan ke Dinas Kesehatan kabupaten / kota masing-masing untuk dilakukan tracing lanjutan. "Setelah data ada di dinkes, baru lah dinkes beserta pasukannya turun tangan ke masyarakat untuk melakukan tracing," lanjutnya.

Anggota Rumpun Tracing Gugus Tugas Covid-19 Jatim ini juga mengatakan jika Dinas Kesehatan beserta Gugus Tugas Kabupaten / Kota harus menanyakan tentang siapa saja yang melakukan kontak erat dengan pasien. "Nah harusnya ketika ketemu, misal si A, gugus tugas tracing seharusnya menanyakan si A seminggu ini melakukan kontak dengan siapa aja, lalu dihubungi satu per satu dan diimbau untuk melakukan isolasi mandiri juga," kata dr Jibril.

Hal ini perlu dilakukan karena siapapun yang melakukan kontak erat dengan pasien Covid-19 juga berpotensi menularkan, maka dari itu mereka dimasukkan dalam daftar Orang Tanpa Gejala (OTG). "Bukan hanya pasien yang terkonfirmasi positif saja yang perlu melakukan isolasi mandiri, tapi yang kontak erat juga," pungkasnya. alq/adt