Berlakukan Retribusi di Kawasan LIK Trosobo, Kepala UPT:  Sesuai dengan Perda

author Lailatul Nur Aini

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kawasan LIK Trosobo. SP/ AINI
Kawasan LIK Trosobo. SP/ AINI

i

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Para Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di kawasan Lingkungan Industri Kecil (LIK) Trosobo, Sidoarjo resah. 

Pasalnya mereka diwajibkan membayar retribusi oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim). Retribusi itu sebesar Rp 65 ribu kali luas lahan. Dan jika ada keterlambatan pembayaran, pengusaha didenda dua persen tiap bulan berjalan. Jumlah Ini belum termasuk PBB yang harus dibayar tepat waktu tiap tahun.

"Parahnya, meski harus bayar retribusi, kawasan ini kini rawan banjir yang merugikan pelaku usaha seperti kami. Dan jika tak mau bayar, pabrik disegel Satpol PP dan polisi," kata seorang pengusaha di sana kepada wartawan, kemarin.

Terkait hal ini Ria Trianamiki, ST., MM selaku Kepala UPT Industri Logam dan Perekayasaan Sidoarjo, mengatakan kewajiban membayar restribusi bagi pelaku usaha yang memanfaatkan aset daerah sudah sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2012 tentang Restribusi Daerah dan Peraturan Daerah Nomor 13 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2012 tentang Restribusi Daerah. 

"Karena memang lahan yang ditempati pelaku usaha adalah aset Pemerintah Provinsi Jawa Timur," katanya, Senin (18/03/2024).

Ia menambahkan, sejak tahun pelaksanaan otonomi Daerah, Lingkungan Industri Kecil (LIK) menjadi salah satu aset yang diserahkan oleh Pemerintah Pusat (Departemen Perindustrian) dan Peraturan Daerah terkait restribusi keluar tahun 2012, dan pada tahun 2013 Inspektorat menemukan pelanggaran terhadap pelaksanaan Peraturan Daerah No 2 Tahun 2012 tentang Restribusi Daerah terdapat beberapa pelaku usaha yang belum membayar restribusi atas pemakaian kekayaan daerah.

"Atas ketidakpatuhan para pelaku usaha dalam membayar kewajiban restribusi menyebabkan LIK  masuk ke dalam aset bermasalah yang disampaikan ke KPK," imbuh Ria.

Lalu, Ria menegaskan,  dana retribus masuk ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang dibayarkan melalui Virtual Account dan pencatatanya diakui sebagai pendapatan Pemerintah Provinsi Jawa Timur karena merupakan aset dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur

Konsekuensi bagi pelaku usaha yang tidak mau membayar retribusi apa, Tentunya akan dilakukan mediasi dan pendekatan lebih dulu terhadap pelaku usaha yg tdk mau bayar.

"Jika dari usaha mediasi kita tdk digubris dan tidak dianggap oleh mereka maka kita akan menindak melalui jalur hukum dengan melakukan tindakan penertiban atau penyegelan tempat usaha mereka," tegasnya.

Dari pihak UPT sendiri, menurut Ria, untuk menyelesaikan konflik tersebut,
sudah berkoordinasi melalui rapat dengan pihak terkait yaitu Bapenda, Biro hukum, Inspektorat, Satpol PP dan hasil rapat sudah disampaikan secara tertulis ke pelaku usaha di LIK.

Ria mengakui, pelaku usaha sudah berkali-kali melakukan pengaduan yang dilayangkan ke UPT Industri Logam, ditembuskan ke Disperindag Prov Jatim dan ke Gubernur Jawa Timur bahkan sudah sampai  Presiden Jokowi.

"Atas pengaduan yang  berulang kali tersebut pun sudah  kami jawab dibantu oleh Biro Hukum Setda Prov Jatim dan surat tsb ditandangani oleh Bapak Sekda Prov Jatim," pungkasnya. ain

Berita Terbaru

Rehabilitasi Sekolah Khususnya Toilet, Pemkot Surabaya Optimalkan Dana BOPDA dan BOPNAS

Rehabilitasi Sekolah Khususnya Toilet, Pemkot Surabaya Optimalkan Dana BOPDA dan BOPNAS

Senin, 12 Okt 2026 13:37 WIB

Senin, 12 Okt 2026 13:37 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sebagai bagian penting dalam pengelolaan pendidikan, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah menargetkan rehabilitasi sekolah…

Cak dan Ning Surabaya Dorong Kepemimpinan Anak Muda Menuju Indonesia Emas 2045

Cak dan Ning Surabaya Dorong Kepemimpinan Anak Muda Menuju Indonesia Emas 2045

Senin, 12 Okt 2026 13:27 WIB

Senin, 12 Okt 2026 13:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sebanyak 15 finalis "Cak dan Ning" Kota Surabaya Tahun 2026 saling adu gagasan dan inovasi dalam acara bertajuk “Adhigana M…

Penghuni Diminta Tertib, Pemkot Surabaya Segel 64 Unit Rusunawa Tanah Merah

Penghuni Diminta Tertib, Pemkot Surabaya Segel 64 Unit Rusunawa Tanah Merah

Senin, 12 Okt 2026 13:09 WIB

Senin, 12 Okt 2026 13:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dalam rangka menegakkan aturan administrasi sekaligus memastikan pengelolaan hunian rusunawa berjalan tertib sesuai ketentuan yang…

DLH Surabaya Tindak Lanjuti Aduan Aktivitas Pembakaran Sampah di Tambak Mayor

DLH Surabaya Tindak Lanjuti Aduan Aktivitas Pembakaran Sampah di Tambak Mayor

Senin, 12 Okt 2026 13:03 WIB

Senin, 12 Okt 2026 13:03 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menindaklanjuti aduan warga terkait aktivitas pembakaran sampah di kawasan Tambak Mayor, kini Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya…

Pemkot Madiun Mulai Perluasan Lahan Atau Incinerator Buntut TPA Winongo Overload

Pemkot Madiun Mulai Perluasan Lahan Atau Incinerator Buntut TPA Winongo Overload

Senin, 12 Okt 2026 11:52 WIB

Senin, 12 Okt 2026 11:52 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Menindaklanjuti kapasitas TPA Winongo yang semakin terbatas (overload), membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun mulai mencari jalan…

Ditarget Rampung 2027, Wali Kota Prioritaskan Anggaran Fasilitas Pendidikan Surabaya

Ditarget Rampung 2027, Wali Kota Prioritaskan Anggaran Fasilitas Pendidikan Surabaya

Senin, 12 Okt 2026 11:43 WIB

Senin, 12 Okt 2026 11:43 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menindaklanjuti pembangunan sarana dan prasarana sekolah menyusul laporan kekurangan ruangan kelas di SDN Semolowaru IV Kota…